Singkat Cerita Ke Goa Gong

Posted on Updated on

??????????

Beberapa minggu yang lalu setelah berwisata ke pantai klayar, saya dan istri menyempatkan diri untuk mampir di Goa Gong. Goa Gong sendiri termasuk wisata di daerah Jawa Timur sudah sangat di kenal oleh para wisatawan domestik khususnya. tepatnya di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Donorejo. kalau dihitung dengan spedometer kurang lebih sekitar 140 ke arah selatan dari #kotasolo, Goa Gong Sendiri merupakan tujuan wisata yang terkenal dengan batu mulia. apalagi saat ini sedang trend dengan batu Akik. Dan jika di telisik secara sejarah, nama Goa Gong diambil dari sebuah batu, dimana konon batu tersebut jika di pukul akan menimbulkan bunyi seperti Gong yang di tabuh. Pada awal mulanya Goa Gong diketemukan oleh dua orang penduduk lokal yang tanpa sengaja sedang mencari mata air.

??????????

Ketika saya menginjakkan kaki di parkiran yang terletak kurang lebih 500 meter dari mulut Goa, disitu terdapat puluhan pedagang batu akik dengan harga berkisaran 50.000 hingga ratusan ribu, berbagai jenis souvenir mulai dari gelang, kalung dan asesoris lainnya terbuat dan berhias batu mulia. tidak dipungkiri memang sebagian pengrajin batu akik berasal dari daerah Goa Gong dan sekitarnya hingga gunung kidul yang dikenal sebagai daerah seribu Goa dengan batu mulianya.

??????????

??????????

??????????

Lalu kami berjalan dari Parkiran menuju ke mulut Goa, saya dan istri menemukan banyak pedagang mulai dari baju, makanan khas dan batu akik tentunya. banyak sekali para pedagang menawarkan dagangannya dengan harga yang cukup lumayan bisa ditawar. suasana Goa Gong saat ini cukup ramai dan lebih tertata rapi mulai dari Jalan besar dan parkiran hingga sampai mulut Goa, dan sangat berbeda dengaan saat saya masih SMP dulu, kebanyakan masih tanah dan belum di beri akses jalan setapak dengan semen dan aspal seperti sekarang ini. kios pedagang pun juga di buat slot-slot, mungkin ini pengembangan dari pemerintah setempat untuk melestarikan cagar alam Goa Gong.

??????????

Ketika akan mulai masuk ke mulut Goa Gong, disana berjumpa dengan orang-orang yang menawarkan sewa Lampu Senter, Jasa Foto langsung jadi hingga Pemandu. tapi untungnya saya dan istri sudah sedia sejak dari rumah untuk membawa senter sendiri :). tak berapa lama kemudian kami masuk ke mulut Goa dan disana banyak sekali wisatawan lain. Beberapa anak tangga, jalan sempit hingga lebar kami lewati dengan pemandangan stalaknit ada dimana-mana. Saat ini didalam goa gong sudah ada petunjuk dan anak tangga yang tersusun rapi, lampu penerangan dan kipas blower juga terdapat di setiap sudut ruangan goa untuk menjaga suhu agar tetap stabil, karena didalam suhu sangat tinggi apalagi jika kondisi wisatawan yang berada didalam goa sangat banyak.

??????????

??????????

Goa Gong terdapat 7 ruangan, namun saat itu hari sudah mulai sore dan saya dan istri hanya masuk hingga ruang ke dua, terlebih udara yang sangat panas dan “sumuk”, meskipun didalam hati sebenarnya masih penasaran hingga ke ruang yang ke tujuh. Karena ini merupakan salah satu cagar alam, jadi pengelola setempat  membuat beberapa ketentuan dan larangan ketika masuk kedalam Goa Gong

??????????

??????????

Beberapa ketentuan ketika masuk d Goa Gong di antaranya adalah berbicara secara sopan, saling menghormati antara pengunjung, berjalan sesuai dengan jalur yang sudah di tentukan, setiap rombongan harus menggunakan pemandu, menggunakan peralatan seperti helm, sepatu dan senter ( tersedia di persewaan) dan kapasitas rombongan 20-50 orang untuk sekali masuk

??????????

GoaGong (1)

Karena tempat ini termasuk tempat cagar budaya dan sedikit keramat maka pengunjung dilarang merokok didalam goa, merusak atau mengambil batu yang ada didalam goa, mencoret-coret dinding goa, duduk di pagar goa, membuang air besar maupun kecil di dalam goa, membawa barang-barang berbahaya dan melakukan meditasi ritual serta sejenisnya hingga mengambil air yang ada didalam goa tanpa seijin sesepuh goa. Itulah beberapa yang saya dan istri tangkap dari tulisan yang ada di papan pintu masuk Goa Gong.

Iklan

7 thoughts on “Singkat Cerita Ke Goa Gong

    PS said:
    8 Mei 2015 pukul 3:55 PM

    Sempat ke gua gong juga saya mas, dan pernah menuliskan artikel ulasan tentang gua gong juga, tapi saya cari-cari di blog ndak ketemu lagi he he

      mysukmana responded:
      9 Mei 2015 pukul 1:37 PM

      iya tapi goa gong jauh..hehe klo saya kurang pinter buat story telling sebenarnya 🙂

    wiblackaholic said:
    16 April 2015 pukul 3:00 AM

    Oleh2nya batu akik dong pak? 😀

      mysukmana responded:
      16 April 2015 pukul 3:02 AM

      Hahaha..nggak mas,ga beli batu akik..drumah udh ada tp g pernah dipakai

    Ria said:
    15 April 2015 pukul 1:28 AM

    Saya juga pernah kesana Pak. Ke Goa Gong dulu trus lanjut ke Pantai Klayar……
    Pemandangannya bagus ya Pak tapi akses jalannya memang luar biasa 🙂
    Kapan2 pengen ksana lagi …..

      mysukmana responded:
      15 April 2015 pukul 1:31 AM

      sekarang jalannya udah lumayan bagus mbak, meski beberapa kilo ada yang belum diperbaiki :), btw blog jenengan kok gak bisa di akses

        Ria said:
        15 April 2015 pukul 3:04 AM

        Saya ksana tahun lalu, bulan apa ya lupa Pak….lagi banyak perbaikan dimana-mana.

        Oo ga bisa diakses ya, knapa ya ….. coba nanti saya cek Pak. Maturnuwun infonya 😉

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s