Napak Tilas di Kota Kendal Tanah Kelahiran

Kendal (2)

 Liburan panjang Isra Miraj kemarin kami (saya dan istri) mengunjungi kota kelahiran saya, yaitu #kotaKendal, liburan yang sudah direncanakan dua minggu sebelum hari H sempat mengalami kebinguna, karena di hari yang sama sebenarnya ada acara pengajian keluarga dari istri. namun apa di kata pertemuan di tempat istri sudah biasa dilakukan rutin hampir 2-3 bulan sekali. namun sejak kami 3 tahun menikah belum pernah mengajak istri pergi ke kota kelahiran, dan akhirnya rencana tersebut terlaksana juga 🙂

Kendal (4)

Kendal (5)

Berangkat tepat jam 5 pagi setelah subuhan, perjalanan kami lakukan dari Solo, awalnya sih ingin naik kendaraan Bus Patas agar bisa tiduran, namun dipikir-pikir lebih enak naik kendaraan sendiri supaya di kendal nanti pulangnya tidak terpancang waktu dan bus karena harus bekerja di keesokan harinya. setelah 3 tahun ini perjalanan pertama kalinya saya lakukan ke kota kendal dan melewati jalan Tol Baru Bawen-Ungaran-Semarang. karena adanya jalan Tol ini perjalanan biasanya dari Solo-Semarang ditempuh dalam waktu 3 jam kini hanya bisa ditempuh hanya 2 jam. meskipun harus mengeluarkan kocek 20.000 an untuk melewati Tol 🙂

Kendal (6)

Setelah lebih dari dua jam, alhamdulillah sampai, hmm..banyak perubahan setelah 3 tahun 3 lebaran tidak berkunjung ke kota kelahiran. tujuan kami sebenarnya kesana adalah Silaturahmi ke rumah Bulek (adek dari ibu) dan Simbah Umi (Istri dari ayah angkat ibu). karena selama lebaran sebelumnya biasanya Om, Bulek dan Simbah yang main ke Solo. karena sejak Bapak saya sakit jarang untuk pergi Kendal, terlebih disibukkan dengan kegiatan dan pekerjaan masing-masing.

Kendal (9)

Kendal (7)

Kendal (11)

Setelah sampai kamipun memarkirkan mobil di halaman depan rumah yang dulunya rumahnya Mbah Kakung, rumah yang dulunya terbuat dari Kayu berberntuk semi joglo (rumah jawa) kini sudah total di renovasi oleh Om dan Bulek saya. yang tersisa dan masih asli hanyalah sumur tua didepan rumah, sewaktu kecil dulu sering mandi dan bermain di sekitar sumur tersebut. disamping rumah mbah juga terdapat rumah yang tidak berpenghuni, ini adalah rumah dari  kakak simbah. karena anak-anaknya sudah pada pindah dan hidup di jakarta , sedangkan  kakak almarhum simbah kakung sudah meninggal semua rumah tersebut tidak ada yang mengurus dan akhirnya nganggur dan rusak.

Kendal (8)

Kendal (12)

Hal yang menurut saya yang bikin kangen adalah kulinernya. kuliner seperti ini jarang sekali di temui di kota sekarang saya tinggal (kotasolo), kendal dengan letak kabupaten di pesisir pantai utara (Pantura) tentnunya menyimpan potensi alam untuk menghasilkan aneka olahan makanan dari laut. memang diperjalanan kami sudah kasih kabar ke bulek bahwa kami berdua akan main ke Kendal, bulekpun ketika kami datang menyambut kami dengan menyiapkan kuliner makanan kesukaan saya (ikan ikanan / Sea Food). Sea Food di kendal termasuk murah sekali dibanding di kota solo. terkadang mau makan Sea Food di kota solo aja mikir mikir karena lumayan mahalnya :D.

Kendal (13)

Kendal (14)

Yup, Pepes Ikan Bandeng Tulang Lunak, Nugget Ikan, Ikan Mangut,  dan beberapa menu ikan lainnya ditambah Sayur Lodeh ala pantura. hmm nikmat sekali dan jadi ingat jaman waktu TK disuapin orang tua  sama makanan seperti ini. kami pun sebenarnya ingin sekali pergi ke tempat pelelangan ikan di daerah Bandengan Kendal, namun sayangnya kami takut kesorean, meskipun jarak antara rumah dengan pantai hanyalah 6 -7 Kilometer saja, Dan kami harus bersilaturahmi ke sedulur-sedulur sekitar termasuk nemuin Simbah Putri.

Kendal (15)

Kendal (16)

 

Setelah makan siang ,Sholat dan santai bersama keluarga bulek, saya pun menyempatkan diri untuk menjenguj kerumah Simbah Putri, mbah putri sendiri tinggal sendirian di rumah aslinya sejak ditinggal Almarhum simbah kakung, lokasi rumah mbah putri terletak di desa Sukodono Kendal (4Km dari rumah bulek), ketika kami mengetok pintu, simbah kaget ada putu dan istrinya datang. ternyata simbah baru selesai sholat Dhuhur. wajah yang sudah tua itupun masih bersih, segar dan harum ketika saya peluk. tampak senang sekali dikunjungi putunya yang lama gak main ke kendal. kami ber tiga cerita ngalor ngidul tentang masa lalu, masa kecil, termasuk petuah, nasehat dan doa nya simbah yang selalu kami Amini.

Kendal (1)
Istripun juga saya ajak ke Sekolah Taman Kanak-Kanak sekaligus tempat kerja Ibu saya yang pernah mengajar di TK ini , di Desa Karangsuno, Cepiring Kendal, dari bangunan sekolah TK saya dulu tidak banyak yang berubah, mainan Plorotan dan Gedung yang ada masih berdiri kokoh disitu setelah 25 tahun saya meninggalkan kota Kendal, karena Bapak Tugas Ke Karanganyar Solo dan menetap di Surakarta (Solo). Setelah seharian kami berkeliling dan napak tilas masa kecil saya, habis manghribpun kami kembali dan jam 21.00 sampai di kota Solo 🙂




las

Iklan

7 comments

  1. Makanannya!!!!!! Laparrr…..

    Suka terharu biru ya kalo napak tilas, ingat kenangan manis masih jadi anak anaknyang masalah hidup cuma PR matematika!

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s