Gala Dinner dan Nonton Sendratari Ramayana di Prambanan

Ramasita (16)

Masih cerita liburan weekEndTraveller bersama KAI, Sore itu setelah sampai kota Jogja, saya dan rombongan mandi dan maghriban di hotel dekat dengan kawasan Malioboro, Setelah itu melanjutkan Gala Dinner dan nonton pertunjukan Sendra Tari Ramayana. kami menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit karena jalanan cukup padat (maklum mungkin lagi pada malam mingguan). 

Ramasita (2)

Ramasita (4)

Setelah sampai di halaman parkir Pementasan Sendra Tari Ramayana, kami disambut oleh petugas yang sudah berada disana, dan seperti biasa, foto-foto wajib hukumnya 🙂 . Setelah itu kami dipersilahkan untuk makan malam (Gala Dinner). Suasana malam yang penuh kehangatan berlatar belakang Candi Prambanan yang tersorot oleh cahaya lampu menambah indah kebersamaan kami.

Ramasita (14)

Tak lama kemudian tiket dibagikan pada saat saya dan teman-teman menikmati makanan khas jawa saat itu. Setelah selesai, kami beranjak bersama-sama menuju panggung pementasan Sendra Tari Ramayana yang tak jauh dari lokasi dinner. Namun sayang sekali pementasan kali ini di adakan di Indoor, padahal penasaran dengan Pementasan Outdoor yang tentunya lebih keren jika berlatar belakang Candi Prambanan.

Pementasan di Indoor ternyata juga keren, apalagi di latar belakangi dengan lighting yang cukup bagus. apalagi penataan antara panggung yang cukup best view kalau dilihat. melihat sendra tari Ramayana saya jadi ingat jaman kecil dulu suka menyanyikan Anoman Obong, ternyata alur ceritanya memang sangat sinkron sekali dengan lagu tersebut.

Ramasita (19)

Ramasita (3)

Bicara mengenai Pementasan Sendrtari Ramayana, tarian ini merupakan sebuah pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog, diangkat dari cerita Ramayana dan dipertunjukkan di dekat Candi Prambanan di Pulau Jawa, Indonesia. Sendratari Ramayana Prambanan merupakan sendratari yang paling rutin dipentaskan sejak 1961.

Ramasita (7)

Ramasita (13)

Ketika saya melihat pementasan ini, ternyata di bagi menjadi 4 Episode, setiap episode ada dua MC yang menceritakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. tentunya pada waktu itu penontonnya tidak hanya saya dan teman-teman yang dari Indonesia, disana juga terdapat bule, wisatawan asia seperti jepang, korea dan china mungkin. (kalau dilihat dari wajahnya) 🙂

Ramasita (5)

Episode pertama dari cerita Sendratari Ramayana adalah mengenai hilangnya Sita,  awalnya menggambarkan istana Alengka, kedatangan dan laporan Sarpakenaka, serta keputusan Rahwana untuk menculik Sita bersama Marica. lalu babak  kedua menceritakan Rama, Sita, dan Laksmana di Hutan Dandaka, Sita digoda Kijang Kencana yang merupakan penjelmaan Marica, lalu Rama pergi memburu kijang, Selanjutnya Sita yang ditinggal Laksmana diculik Rahwana, Jatayu berusaha menolong Sita, dan Rama bertemu Jatayu yang hampir tewas. Ending dari babak pertama adalah perang antara Subali dan Sugriwa hingga tewasnya Subali.

Ramasita (20)

Ramasita (6)

Episode Kedua terdiri dari 7 babak dan dirinci dalam 7 adegan.Babak pertama menggambarkan Gua Kiskenda yang dihadiri Sugriwa, Rama, Laksmana, dan penugasan 4 duta yang dipimpin Hanuman untuk mencari Sita. Babak kedua menceritakan rombongan Hanuman yang tertipu jebakan dan tipu daya Sayempraba hingga buta. Babak ketiga menceritakan Raja Garuda Sempati menyembuhkan Hanuman dan rombongannya lalu memberi petunjuk cara menuju Alengka. Babak keempat menceritakan Sita yang dirayu oleh Rahwana di Taman Argasoka. Babak kelima berisi pertemuan Hanuman dengan Sita di Argasoka dan perang Hanuman dengan Indrajit hingga Hanuman tertawan. Babak keenam Indrajit membawa Hanuman ke hadapan Rahwana, Rahwana yang marah dan memukul Hanuman sampai jatuh, Wibisana memperingatkan Rahwana bahwa tidak layak memperlakukan duta yang tidak berdaya, dan berakhir dengan diusirnya Wibisana dari Alengka. Babak ketujuh, Hanuman dihukum dengan cara membakarnya hidup-hidup, namun Hanuman malah mengambil sebagian api yang membakarnya dan berlari kearah tumpukan jerami sebagai tiruan perumahan di Alengka dan membakarnya. Hanuman meninggalkan Alengka untuk melapor kepada Rama

Ramasita (9)

Ramasita (10)

Episode 3 terdiri dalam 4 babak dan dirinci dalam 42 adegan. Babak pertama menggambarkan usaha Rama bersama bala tentara keranya untuk membangun jembatan yang menghubungkan India Selatan dengan Alengka. Babak kedua berisi kedatangan Anggada sebagai utusan ke Alengka, Rahwana yang hendak membunuh Anggada dicegah oleh Kumbakarna dan berakhir dengan diusirnya Kumbakarna. Babak ketiga menggambarkan perang atara tentara Alengka dengan pasukan kera, Indrajit melepaskan panah Nagapaksa yang berwujud ular dan melumpuhkan pasukan kera. Nagapaksa dalam Sendratari Ramayana Prambanan ditampilkan dengan wujud lima orang penari wanita yang mengenakan busana seperti ular. Wibisana membalas dengan panah Garuda dan berhasil menawar efek dari Nagapaksa. Panah Garuda ditampilkan dengan wujud sejumlah penari dengan kostum burung garuda.  Adegan selanjutnya pertarungan antara Indrajit dengan Laksmana. Babak keempat menggambarkan pertarungan antara Kumbakarna dan Sugriwa, Sugriwa yang tedesak dibantu oleh Laksmana, Laksmana akhirnya menewaskan Kumbakarna, para bidadari menyambut arwah Kumbakarna. 

Ramasita (18)

Ramasita (11)

Episode 4 terdiri dalam 4 bakan dan dirinci dalam 48 adegan.  Babak pertama menggambarkan Rahwana yang merayu Sita, namun Sita tetap menolak, Rahwana menunjukan kepala yang mirip dengan Rama dan Laksmana, Sita lalu pingsan. Babak kedua berisi perang antara pihak Rama dan Rahwana, Rahwana turun ke medan perang dan tewas di tangan Rama. Babak ketiga Rama menobatkan Wibisana sebagai raja Alengka, kehadiran Sita ditolak oleh Rama, Sita dianggap sudah tidak suci karena telah disentuh Rahwana. Sita membuktikan kesuciannya dengan percobaan masuk ke kobaran api, Sita akhirnya ditolong oleh dewa api, Batara Brama, Sita turun dari gundukan api percobaan dimbimbing oleh Brama dan menemui Rama. Adegan diakhiri dengan Rama, Sita, Laksmana, serta pembesar bala tentara kera meninggalkan pentas.

Ramasita (12)

Terdapat perbedaan Sendratari Ramayana dengan pewayangan Jawa.  Perbedaan pada episode 4 ini adalah kematian Rahwana, dalam pewayangan Jawa Rahwana tidak bisa mati karena memiliki aji Pancasona yang khasiatnya apabila tubuhnya menyentuh tanah, ia pasti akan hidup kembali. Ketika panah sakti Rama mengenai tubuh Rahwana, Hanuman mengejarnya serta menghimpit tubuh Rahwana dengan gunung yang besar sehingga Rahwana tidak dapat bergerak lagi. Sendratari Ramayana Prambanan melakukan perubahan mengenai hal ini, Rahwana bisa ditewaskan oleh Rama. 

Ramasita (17)

Dan Akhirnya  ini pertama kali saya menyaksikan secara langsung sendratari Ramayana. tak lama kemudian banyak para penonton rebutan untuk dapat berfoto bersama dengan para penari. tapi sayang cuma di beri waktu sepuluh menit dan itupun berdesakan dan rebutan ( jadi ya gak dapet deh 😦  ) bagi teman-teman yang penasaran akan pementasan ini bisa ke sini nih alamatnya Jl. Jogja – Solo Km.16, Prambanan, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571 Telepon:(0274) 496408

.* Foto dan Cerita : dokumen Pribadi, Andre dan Wikipedia

 

Iklan

53 comments

  1. Duh… aseli dari Jogja, sampe bertaun-taun lamanya, saya belum pernah nonton sekalipun! 😆 padahal dulu jaman masih SMP, salah satu guru saya ada yang jadi pemain sendratari ini juga… parah banget ya -__-

  2. Kampung bapak saya di sekitar candi prambanan, duluuu waktu masih kecil sering main di candi. Tp sekarang jarang ke sana, dan belum pernah melihat pertunjukan ini. Trims ya sharingnya lengkap banget nih, kapan2 saya ingin lihat

  3. Keren banget loh pementasan sendratari Ramayana ini, meskipun indoor. Kalau outdoor, ah pasti tambah magis lagi suasananya 🙂

  4. Wah.. aku juga pernah mas nonton sendra tari ramayana tapi yang outdoornya,keren banget apalagi berlatar belakang Candi Prambanan. Tapi lama-lama nonton sendra tari ramayana bikin ngantuk juga haaa

  5. Uapiikk tenan yo mas. Saya termasuk penggemar cerita wayang. Dari kecil suka dicekokin buku cerita pewayangan sama ortu. Tp blm pernah nonton sendratari nya nih. Duh..jd pingin. Kalo bawa anak umur 14bulan sepertinya tak mungkin ya..hikss..

  6. Deskripsi adegannya rinci banget Mas, keren, serasa saya juga menonton langsung. Kalau di pewayangan Jawa, adakah adegan Hanuman memberikan cincin pada Sita?
    Ngomong-ngomong harga tiketnya mahal juga ya… tapi sepadan sih soalnya pertunjukannya kan bagus begini. Prambanan kalau malam memang keren yaa, jadi kalau pertunjukannya outdoor pasti seru banget. Kemarin kenapa tidak jadi Mas?

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s