Lava Tour Merapi

Posted on Updated on

Lava (0)

Masih dalam perjalanan myblog my adventure 😀 , kali ini saya bersama teman-teman  berpetualang ke Gunung Merapi . Gunung Merapi mempunyai ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006 adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasanTaman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Lava (16)

Lava (7)

Petualangan ini disebut dengan Lava Tour. Lava Tour jeep merapi , adalah salah satu wisata petualangan yang cukup menarik, seperti yang saya ketahui Pada tahun 2010 terjadi Bencana hebat dengan meletusnya Gunung merapi. Erupsi merapi menghancurkan 6 desa dan sedikitnya 175 orang tewas termasuk Mbah Maridjan sebagai juru kunci gunung tersebut ,Setelah erupsi pemerintah setempat dan masyarakat desa mengembangkan potensi wisata di kawasan merapi, salah satunya adalah lava. disini saya dan teman-teman di ajak berpetualang betapa hebatnya alam, betapa malangnya manusia ketika Allah marah. tentunya disini tidak hanya bersenang-senang, namun kita dituntut untuk merenung ketika melihat sisa-sisa korban lahar dingin dan awan panas di lereng gunung merapi tersebut.

Lava (9)

Lava (13)

Lava (12)

Lava (11)

Petualaangan kami dimulai dengan menyewa Toyota Hardtop yang memang di rancang untuk jalan yang terjal dan berliku (FYI : sewa mobil jeep rata-rata 300-800 tergantung paket yang di ambil Short, Mediun atau Long) . selain itu wisata Lava tour merapi ini menggunakan mobil juga bisa menggunakan berbagai jenis Jeep seperti Jeep Wyllis atau Landrover saya dan teman-teman diajak menyusuri desa desa yang telah hancur akibat terkena Lahar dan awan panas merapi, menyusuri sungai sungai yang tertimbun Pasir dan bebatuan besar sungguh merupakan petualangan yang sangat mendebarkan, Jeep offroad Wyllis, Landrover dan hardtop cukup Tangguh untuk melewati jalan bebatuan, tikungan tajam dan tanjakan, terkadang disertai lompatan kecil cukup memicu adrenalin

Lava (10)

Lava (2)

Lava (8)

Petualangan saya dan teman-teman waktu itu mengambil tipe short dengan biaya 350.000 per jeep dan sudah termasu free soft drink. Dimulai dari Desa Perintis kami menyusuri pepohonan dengan suguhan batuan terjal sisa lava. post pertama yaitu menuju Museum Mini Sisa Hartaku, disini lah sisa-sisa korban letusan merapi yang bisa menjadi bahan renungan. mulai perabotan rumah tangga , hewan ternak hingga kendaraan bermotor meleleh semua tinggal kerangka. kata pemandu waktu itu panasnya udara ketika letusan sudah sekitar 400’C lebih.

Lava (5)

Lava (4)

Lava (6)

Lava (1)

Lava (3)

Setelah dari museum minipetualangan kami di lanjutkan ke batu alien untuk sekedar foto-foto lalu menuju bunker yang jaraknya masih 2km dari lokasi batu Alien. Pada Bunker merapi tersebut, pada letusan terakhir terdapat relawan yang tewas terpanggang di dalam bunker di tahun 2010 kalau tidak salah, kalau dengar cerita dari pemandu bikin ngilu, apalagi ketika kami masuk ke bunker tersebut dan membayangkan kejadian waktu itu, cukup ngeri. karena mereka terkunci rapat didalam dan diatas bunker tersebut dilewati oleh lahar panas. Bahkan ketika ditemukan 2 hari kemudian relawan tersebut ditemukan di dalam bak kamar mandi, mungkin waktu itu maksudnya adalah menyeburkan diri didalam bak supaya tidak panas, akan tetapi air bak mandilah yang memanggang mereka. (semoga kedua relawan tersebut di beri tempat terbaik disisi-Nya) 😦

Lava (18)

Lava (15)

Lava (17)

Akhirnya perjalanan kami berakhir di Bunker dan kembali lagi ke pos persewaan Jeep dengan jarak kurang lebih yang kami tempuh pulang pergi sekitar 12 km dalam waktu 2,5 jam. dan jujur ini adalah pertama kali saya main ke lereng merapi dengan jarak yang cukup dekat dari puncak merapi (5km). Thanks KAI indonesia yang sudah menyeponsori perjalanan kami 🙂

Iklan

75 thoughts on “Lava Tour Merapi

    nengwie said:
    19 Desember 2015 pukul 1:48 PM

    Merinding bacanya … Semoga semua yg meninggal mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT aamiin..

    bersapedahan said:
    8 Desember 2015 pukul 4:26 PM

    saya pernah ikut lava tour ini 3 / 4 tahun lalu …. sekarang kelihatannya sudah lebih tertata “museum2-nya” … nuansa kedashyatan .. sangat terasa … bikin merinding …

      mysukmana responded:
      8 Desember 2015 pukul 4:39 PM

      iya bikin merinding,, apalagi di bunkernya mas

    Hendricus Widiantoro said:
    6 Desember 2015 pukul 8:01 PM

    Aku selalu dipameri kawan yang kerja di lereng Merapi , selalu pakai jeep tapi belum bisa sempat lagi ke sana padahal masa masa kuliah dlu di sana mas he he..

      mysukmana responded:
      7 Desember 2015 pukul 5:09 AM

      Oya..jngn jgn yg punya usaha lava tour

        Hendricus Widiantoro said:
        7 Desember 2015 pukul 6:02 PM

        Bukan mas, dia punya usaha pertambangan batu hehe, penyedia batu belah. Kawan kuliah dulu, cuma belum sempat ke sana lagi..

          mysukmana responded:
          7 Desember 2015 pukul 6:25 PM

          wah mantap tuh..bisa di reportase n ditulis di blog gak nih temenya 😀

            Hendricus Widiantoro said:
            7 Desember 2015 pukul 7:59 PM

            He he kebetulan orngnya memang low profile sejak dulu mas,,nanti kita nyari reportase yang lain aja he he

    Gara said:
    5 Desember 2015 pukul 2:53 PM

    Dan nama dusunnya adalah “Kaliadem”. Miris nggak, sih :hehe.
    Yah lahar memang… seperti itu, gunung merapi juga sifatnya memang demikian. Letusannya kejam dan dahsyat, tapi, tapi, pasti ada maksud yang bagus banget di balik itu. Saya jadi ingat kata-katanya Mbah Rono (menurut saya beliaulah kuncen Merapi sesungguhnya):
    “Ikuti maunya gunung api, karena gunung apinya lebih lama dari manusia. Jaga sopan santun. Kalau meletus ada masanya berhenti. Kalau sudah berhenti akan membuat tanah subur, pemandangan indah.”

    Merapi memang gunung yang terhadapnya kita mesti punya sopan santun paling tinggi. Tapi bukankah letusannya dan panoramanya setelah letusan itu adalah yang terindah se Jawadwipa?

    Kata Sie Lita said:
    5 Desember 2015 pukul 7:23 AM

    Wah, kapan ya aku bisa ke sana…

      mysukmana responded:
      5 Desember 2015 pukul 2:32 PM

      semoga bisa terlaksana kak lita 🙂

    rangga fahrian said:
    5 Desember 2015 pukul 7:04 AM

    Memang enak ni jalan rame-rame gini.
    Saya ke bunker itu malah dulu sekali, sebelum terjadi letusan gunung merapi nya. Jadi kondisi bunker nya masih OK.

      mysukmana responded:
      5 Desember 2015 pukul 2:32 PM

      sekarang kondisi bunkernya udah parah dan gak layak pakai mas

        rangga fahrian said:
        5 Desember 2015 pukul 8:04 PM

        Gak di perbaharui ya untuk antisipasi letusan lagi?

          mysukmana responded:
          5 Desember 2015 pukul 10:28 PM

          kurang tau itu mas, semoga gak diperbaharui biar gak ada letusan lagi 😀

    Juragan Madu Online 0821.4150.2649 said:
    4 Desember 2015 pukul 11:22 AM

    Assekkk dah , naek Jipp 😀
    Beli Madu Murni Online

    Akhmad Muhaimin Azzet said:
    4 Desember 2015 pukul 10:27 AM

    Itu pas cerah ya, Mas. Asyik banget difoto. Dulu saya pernah ke sana pas kabut 🙂

      mysukmana responded:
      4 Desember 2015 pukul 4:36 PM

      kalau pas kabut pasti serem ya tad 🙂

    @HEYDEERAHMA said:
    3 Desember 2015 pukul 7:10 PM

    Aura bungkernya terasa gimanaaa gituu… Hiiiiiyyy…

      mysukmana responded:
      3 Desember 2015 pukul 8:00 PM

      iya mbak terasa serem

    Febriyan Lukito said:
    3 Desember 2015 pukul 4:22 PM

    semua tersisa hanya kerangka dan lelehan. hiks… semoga kita semua ingat dan dapat merenunginya. Makasih mas yak…

      mysukmana responded:
      3 Desember 2015 pukul 5:22 PM

      sama-sama mas om Febriyan Lukito 🙂

    NinaFajriah said:
    3 Desember 2015 pukul 8:26 AM

    Besarnya kuasa Tuhan.. *speechless*

    titim nuraini said:
    3 Desember 2015 pukul 7:59 AM

    Menarik tripnya
    bikin mupeng Mas…

    annosmile said:
    3 Desember 2015 pukul 7:20 AM

    belum pernah naik jeep lava tour hehe
    mayan mahal kalau ga rame2 😀

      mysukmana responded:
      3 Desember 2015 pukul 8:32 AM

      iya mas anno, naik jeep ini paling tidak 4 orang, jadi 350 bisa di bagi 4 orang 🙂

    nurme said:
    2 Desember 2015 pukul 7:15 PM

    Agak merinding, sedih campur baur baca dan.lihat fotonya, apalagi.kl.kesana ya. Thanks buat sharing

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 7:33 PM

      saya aja waktu masuk ke bunkernya denger cerita pemandunya aja suasana jadi gimana gitu, apalagi gelap banget..

        nurme said:
        2 Desember 2015 pukul 7:33 PM

        Oh gelap, trus penerangan pk apa?serem.ga?

          mysukmana responded:
          2 Desember 2015 pukul 7:34 PM

          kan pintunya di buka , pake lampu HP mbak..klo sendiri ya serem..untung rame rame..

            nurme said:
            2 Desember 2015 pukul 7:39 PM

            Tapi pasti suasananya gimana gitu ya

              mysukmana responded:
              2 Desember 2015 pukul 7:40 PM

              iya mbak nurme, istilah jawanya singup..wingit ato apalah..hihih

                nurme said:
                2 Desember 2015 pukul 7:42 PM

                Bahasa indonesianya?
                Mba, sowan ke dbonteng ya, ditunggu

                  mysukmana responded:
                  2 Desember 2015 pukul 7:42 PM

                  ini mas bukan mbak :D, bahasa indonesia bisa dikatakan angker 🙂

                    nurme said:
                    2 Desember 2015 pukul 8:00 PM

                    Wuaaah angkeeer… ga mau ah kesana. Maaf ya mas.. sowan2 ya, ditunggu

                      mysukmana responded:
                      2 Desember 2015 pukul 8:01 PM

                      siap mbak nurme hehe inshaAllah 🙂

                      nurme said:
                      2 Desember 2015 pukul 8:04 PM

                      Ipiw

    Fahmi Anhar said:
    2 Desember 2015 pukul 6:19 PM

    ketika hore-hore naik jeep dari bawah keatas masih bisa tertawa lebar bareng teman-teman. namun begitu kami sampai di atas, di bunker, du museum sisa harta, di kampung-kampung yang luluh lantak karena erupsi merapi… kami semua terdiam.

    nggak kebayang bagaimana kengerian saat itu. bagaimana ketakutan warga ketika digulung wedus gembel yang begitu saja menempel.

    bagiku, main kesini jadi sarana introspeksi diri. jadi ingat betapa kecilnya kita dihadapanNYA…

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 7:32 PM

      waktu 2010 saya juga sempat bikin charity disana mas..tapi daerah muntulan smpe borobudur, tertutup pasir semua, sedih..

    Hendi Setiyanto said:
    2 Desember 2015 pukul 3:02 PM

    Halan2 terusssss : )

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 7:30 PM

      halan halan juga perlu mas..

    cetut said:
    2 Desember 2015 pukul 2:29 PM

    Wah kemarin mudik malah belum sempat kemari.. ini jadi bahan obrolan saya sama teman2 disini mas, mereka takjub takjub ngeri gitu pas saya bilang saya tinggal sekitar 30km dari gunung berapi paling aktif di Indonesia 🙂

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 7:30 PM

      pasti orang sana pada heran ya kita hidup di sekitar merapi..mungkin bayangan mereka bahaya banget..iya emang sangat bahaya 🙂

        cetut said:
        2 Desember 2015 pukul 7:40 PM

        Belum lagi earthquake & tsunami. Tapi saya bilang ke mereka, it’s the way nature reach its balance, dan para ancestors, kakek moyang saya juga hidup turun temurun disini bersanding dengan alam. Saya rasa resiko bahaya semakin besar karena (salah satunya) lokasi permukiman yang makin dekat ke puncaknya mas 😉

          mysukmana responded:
          2 Desember 2015 pukul 7:41 PM

          mungkin mereka berpikirnya secara logika kan, kalau kita sebagai muslim yg penting berdoa saja udah aman secara keyakinan..

    adelinatampubolon said:
    2 Desember 2015 pukul 12:32 PM

    Belum pernah juga kesini secara berkali2 ke jogja hny lewatin gunung merapi nga pernah singgah. Ngelihat bunkernya serem aja gitu hiksss..

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 12:34 PM

      jangan jangan cuma lewat atas by pesawat mbak hehe

        adelinatampubolon said:
        2 Desember 2015 pukul 12:39 PM

        Nga lah. Lewat darat dong tp cuma bisa dadah dadah dr jauh.

    omnduut said:
    2 Desember 2015 pukul 12:14 PM

    Aku lupa apakah itu bunker yang kami datangi dulu atau bukan. Terakhir ke sana tahun 2005 dan rasanya takjub ketika melihat gunung merapi. Sekarang sudah ada museum merapinya hasil dari letusan hiks

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 12:34 PM

      museum yang tidak disengaja, namanya museum mini..wah mungkin itu bunker yang mas maksud

    eda said:
    2 Desember 2015 pukul 10:36 AM

    belum pernah ke sanaaaa… padahal uda bolak balik jogja taun iniii… 😦

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 12:32 PM

      lha mbok yo mampir tho mbak 🙂

    jampang said:
    2 Desember 2015 pukul 10:16 AM

    hiks….

    alrisblog said:
    2 Desember 2015 pukul 9:56 AM

    Cakepnya merapi. Mengingatkan saya akan kampung halaman.

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:58 AM

      Jangan jangan masih keturunannya mbah marijan 😉 merapinya mana kak

    cumilebay.com said:
    2 Desember 2015 pukul 9:48 AM

    Aku mrebes mili liat museumnya, ngebayangin mereka jejeritan saat kejadian 😦

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:53 AM

      Iya bang sedih..bersyukur kita..

    Sandi Iswahyudi said:
    2 Desember 2015 pukul 9:34 AM

    wisata alam wisata religi juga

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:52 AM

      Iya mas .sebagai renungan..

    bundamuna said:
    2 Desember 2015 pukul 9:19 AM

    Hallooo Sukma!! *eh bener gak yaa manggilnya* 😀
    Kunjungan perdana nih, maaf blm sempet baca profilnya.
    Klo orang-orang pada berbondong-bondong ke merapi, saya sbg orang Jogja asli sampai skrng msh trauma, blm berani ke sana 😦

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:51 AM

      Loh orang jogja..panggil aja adi..btw jogjanya dmn?

    BaRTZap said:
    2 Desember 2015 pukul 8:30 AM

    Jadi kepikiran, seandainya masuk bunker justru celaka, berarti ada yang salah dengan desain atau peruntukannya. Mungkin bunker nya didesain untuk wedus gembel kali ya, bukan untuk dialiri lava?

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:51 AM

      Iya bunker itu desainny untuk wedus gembel awalnya..

    bawangijo said:
    2 Desember 2015 pukul 7:54 AM

    Bunkernya di bawah tanah ato di atas permukaan?

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:50 AM

      Bunkernya dibawah tanah padahal..namanya juga alam..

    Fauzi Amiruddin said:
    2 Desember 2015 pukul 7:42 AM

    Mantab…. renungi dan resapilah arti hidup ini….
    Itu mobilnya keren… kirain punya mas… ternyata sewaan 😄😄

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:49 AM

      Hahaa..sewaan mas.masa dari solo suruh bw beginian..boross

        Fauzi Amiruddin said:
        2 Desember 2015 pukul 9:52 AM

        Tapi mas keren kalau punya mobil ginian….
        Lain kali bisa nebeng 😅😅

    Aan said:
    2 Desember 2015 pukul 7:22 AM

    Cah pelancong. Mubeng terusss

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:49 AM

      Wis nasib mas..

    bukanrastaman said:
    2 Desember 2015 pukul 7:05 AM

    mantap mas, merapi emang selalu menawarkan keindahan dan perenungannya kepada manusia…

      mysukmana responded:
      2 Desember 2015 pukul 9:48 AM

      Iya mas bro..seneng iya sedih juga

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s