Icip-Icip Traditional Culinary Festival di The Sunan Hotel Solo

TCFest (1)

Sebagai seorang blogger yang kadang membicarakan masalah kuliner di solo memang tiada habisnya. Kota di mana tempat saya tinggal selama ini terkenal dengan kebudayaannya. Kota dengan salah satu keraton tertua di negeri ini memang kaya akan berbagai peninggalan yang berkaitan dengan tradisi dan kesenian, Kota ini pun juga bisa menjadi salah satu tujuan bagi pecinta kuliner. Kemarin dapat Undangan dari mbak The Sunan Hotel Solo untuk mengekplorasi makanan dan jajanan tradisional khas Solo. Dengan caption “Traditional Culinary Festival”  The Sunan Hotel Solo mengundang beberapa masyarakat penggiat kuliner tradisional Solo ke hotel untuk menggelar dagangannya selama dua hari  baik di dalam hotel maupun  di pool area hotel tersebut, dan saya pun berkesempatan untuk icip-icip, meskipun harus beli dengan harga pasar (bukan harga hotel) 🙂 

TCFest (6)

Berbagai makanan dan jajanan kuliner di jual, mulai dari Brambang Asem, Sego Liwet, Jenang, Getuk, Sate, Cabuk Rambak, Es Tebu, Jamu, Selat, Gudeg Ceker dan macam-macam yang menjadi cirikhas kota bengawan ada disini. acara ini berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 7 hingga 8 Desember pada sore hari habis ashar sampai maghrib.

TCFest (3)

TCFest (4)

TCFest (8)

Pertama kali melihat stand di pool area The Sunan adalah Sate Kere, Sate kere ini merupakan sate yang menggunakan bahan-bahan murah, seperti tempe,tahu,lemak atau gajih,tempe gembus dan masih banyak lainnya . Selain itu juga ada sate jerohan sapi, seperti paru, limpa, hati, iso, dan babat. Sebelum dibakar sate ini direndam dalam bumbu khas,  yaitu bumbu kacang. Harga sate kere relatif murah. kemarin di Festival ini di jual dengan harga 10.000 dengan jumlah tusuk sater minimal 5 dan maksimal 10 tergantung yang di ambil apa

TCFest (5)

Makanan sehat dan melegenda lainnya adalah gado-gado, kalau kuliner ini sudah banyak orang tau. karena jenis gado-gado sudah umum dan dikenal oleh masyarakat Indoneisa. Meskipun sudah banyak yang tau, ketika disajikan di Hotel sekelas The Sunan, suasana dan tampilannya sedikit berbeda, mungkin karena suasanya saat itu cukup heritage banget.

TCFest (10)

Selain itu juga ada makanan kegemaran istri saya yaitu Cabuk Rambak, Cabuk Rambak ini biasanya dijajakan berkeliling kampung pada hari-hari biasa.  Saat perayaan sekaten, makanan ini bisa dijumpai di sekitar Halaman Masjid Agung barat alun alun Keraton Surakarta.  Cabuk Rambak ini disajikan dengan menu utama ketupat yang sangat khas atau biasa disebut dengan Gendar Janur. Bumbu cabuk rambak memakai wijen yang digoreng, bersama santan kelapa, cabai, bawang putih, kemiri dan gula merah. Biasanya makanan ini disantap dengan karak,sejenis krupuk dengan bahan dasar beras. cambuk rambak di Festival ini perporsinya dijual dengan harga 3000-5000 rupiah.

TCFest (2)

TCFest (11)

Ada juga berbagai jajanan pasar, seperti Jenang , Bubur Sumsum, Getuk, Klepon, Cenil dan Sawut. Semua makanan tersebut dijual dengan harga per pincuk nya ( lipatan daun pisang) mulai 5000 rupiah, tergantung kita mau beli berapa. makanan seperti ini jarang sekali ditemui di kota besar, apalagi di pinggir jalan. kalau kata ibunya biasanya ada di dalam pasar Gede, Jongke dan Pasar Tradisional lainnya yang ada di kota Solo

TCFest (12)

Dan yang terakhir saya berkeliling yaitu ada juga Selat Solo, orang orang luar solo mengenalnya dengan Selat Solo Mbak Lies. akan tetapi sebenarnya banyak selat solo yang dijual di pojok-pojok kota solo maupun pasar dan rumah makan yang ada di Kota Solo , Selat Solo sendiri adalah makanan asli dari Surakarta yang isinya wortel, buncis, ketimun, kentang goreng, selada telur kecap, dan daging, yang disiram dengan kuah semur plus ditambahkan mayones homemade yang rasanya kecut-kecut segar. makanan ini paling cocok menurut saya kalau buat makan siang.

TCFest (9)

Tidak hanya makanan saya yang dijual di Festival ini, ada juga Jamu Gendong. wah kalau ngomongin soal Jamu Gendong ini minuman kesukaan saya terutama kunir asem , beras kencur sama brotowali. saya jadi inget masa kecil dulu kalau minuman jamu gendong ini pernah di jadikan oleh Presiden kedua kita Mbah Harto menjadi minuman Nasional

Salam Kuliner Nusantara 🙂

65 comments

  1. solo.. enam tahun lalu pernah kemari. dan sempat kesusahan makan. karena porsi makannya sedikit lebih sedikit dibandingkan aceh. jadinya saya harus sering mesan 2 porsi untuk sekali makan hehehe
    lumayan, lumayan bikin kere hihihi

        1. kalai selat matahari pake daging kayak sup mas..mungkin yang mas maksud sup matahari, klo selat solo kuahnya agak kecoklatan dan daging cincang mayones kentang kacangpanjang dan wortel

  2. Ini betul-betul festival makanan, Mas. Banyak banget makanan tradisionalnya! Dan dengan harga pasar (bukan harga hotel) ya, itu penting banget :hehe. Saya penasaran pengen coba semua, dibaca dari sini terlihat unik-unik, euy! Mudah-mudahan semua makanan di sini tetap lestari ya, paling tidak kalau saya ke sana nanti, berkesempatan icip-icip :hehe.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s