Jalan Jalan Ke Keraton Kasunanan Surakarta

Posted on Updated on

KratonSolo (12)

Keraton adalah tempat atau istana dimana seorang Raja tinggal bersama keluarga dan beberapa abdi dalemnya. meskipun sudah 20an tahun tinggal di Solo ini adalah pertama kalinya saya masuk ke Karaton Surakarta Hadiningrat, Padahal hampir setiap hari melewati komplek ini ketika berangkat kerja. Pagi itu tepat pukul 08.00 saya dan istri melakukan perjalanan dari rumah kurang lebih hanya 10-15 menit. dan sampailah didepan pagelaran keraton Surakarta ini.

KratonSolo (4)

KratonSolo (5)

Sesampai di Komplek Keraton bangunan yang saya kunjungi adalah Pagelaran, pagelaran ini biasanya digunakan sebagai tempat pertunjukan seperti tarian dan lain sebagainya, di waktu-waktu tertentu juga digunakan sebagai tempat pameran hingga ketika pasar klewer yang berada di barat pagelaran terbakar, beberapa pedagang juga pernah dipindahkan kesini sebagai pasar darurat.

Lokasi Pagelaran ini  terletak di sebelah utara Keraton atau biasa disebut dengan istilah Sasana Sumewa merupakan bangunan utama terdepan di Keraton Surakarta. Tempat ini pada zamannya digunakan sebagai tempat untuk menghadap para punggawa (pejabat menengah ke atas) dalam upacara resmi kerajaan. Di kompleks ini terdapat sejumlah meriam diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad.

KratonSolo (25)

KratonSolo (8)

Setelah dari Sasana saya dan istri pun berjalan menuju selatan dengan manaiki beberapa anak tangga, disini terdapat Bangunan utama di kompleks Siti Hinggil adalah Sasana Sewayana yang digunakan para pembesar dalam menghadiri upacara kerajaan. Selain itu terdapat Bangsal Manguntur Tangkil. Bangsal ini berfungsi sebagai tempat singgasana tahta Sri Sunan saat menerima para pimpinan. Kemudian di sebelah selatan terdapat Bangsal Witana, tempat persemayaman pusaka kebesaran kerajaan selama berlangsungnya upacara. Di komplek Pagelaran ini kita tidak dipungut biaya, karena ini memang tempat umum.

KratonSolo (15)

Berjalan ke selatan lagi kami menemui jalan Raya umum yang biasa digunakan ketika saya lewat disebut dengan Supit Urang (capit udang). Disebrang tersebut terdapat pintu gerbang Keraton yang tingginya kurang lebih 6 Meter. dibalik gerbang inilah Keraton Surakarta Hadiningrat berdiri dengan latar belakang menara yang disebut dengan Panggung Sangga Buwana. di lokasi inilah tiket masuk keraton berada, dengan 10K rupiah sudah bisa masuk pintu keraton dari pintu timur, ditambah ongkos pemandu biasanya 25-50 rupiah perorang yang akan menjelaskan semua sejarah keraton tersebut.

KratonSolo (18)

Pada saat kami masuk lewat pintu timur, terdapatlah sebuah patung besar yang terbuat dari kuningan berwarna Emas, yaitu patung dari  Susuhunan Pakubuwana IV. Tak lama kemudian kami masuk dan disanalah dibalik tembok tersebut terdapat menara yang konon kata bapak pemandunya terbuat dari putih telur sebagai alat perekat batu batanya. bisa bayangkan berapa telur yang di gunakan untuk bangunan tersebut.

KratonSolo (17)

KratonSolo (27)

KratonSolo (16)

Halaman rumah raja pun cukup luas, disana terdapat beberapa patung dengan aksen Eropa atau lebih tepatnya Romawi dan ini adalah hadiah dari kerajaan Romawi waktu itu yang khusus dipersembahkan oleh para penguasa Keraton Surakarta. saat kami berada didepan rumah tersebut kami tidak diperkenankan untuk masuk, bahkan melangkahkan kaki di teraspun tidak diperbolehkan.

KratonSolo (9)

KratonSolo (7)

KratonSolo (29)

Tak lama kemudian disebelah tembok yang memutari dari komplek perumahan raja tersebut terdapat museum keraton, tepatnya di sebelah timur dari rumah raja. disana terdapat berbagai macam foto raja mulai dari raja pertama hingga raja yang paling akhir.

KratonSolo (2)

KratonSolo (3)

KratonSolo (28)

Beberapa benda peninggalan seperti semjata (keris, tombak, panah dll) terdapat di museum tersebut. Hingga kursi-kursi Raja yang pernah di gunakan pada waktu itu juga di pajang, tentunya kursi tersebut tidak boleh di duduki (katanya bisa kualat) karena menurut pengamatan saya dan istri lokasi museum di Keraton tampak singup bahasa jawanya.

KratonSolo (6)

KratonSolo (10)

KratonSolo (11)
KratonSolo (13)

KratonSolo (14)

KratonSolo (19)

Didalam museum tentunya kita harus menjaga sopan santun dan kata kata yang keluar dari mulut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. FYI : konon kata penjaganya ada seorang anak bersama ibunya sempat ngeyel kepada penjaga, dan akhirnya anaknya hilang di museum tersebut, sang penjaga dan ibu terus mencari selama tiga jam lebih hampir menjelang maghrib baru ditemukan. selain itu kisah lainnya peserta uji nyali yang berani menantang di wilayah Keraton ini hingga lolos, setelah dapat hadiah dari TV yang bersangkutan, paginya masuk rumah sakit dan akhirnya meninggal. Entah percaya atau tidak Wallahualam.

KratonSolo (20)

KratonSolo (21)

Disisi bangunan museum lainnya juga terdapat beberapa kereta raja dan sebaiknya harus minta ijin dulu ketika mau mengambil gambar. Karena ada dua kereta yang tidak boleh di foto. kata Bapak pemandu kereta tersebut bernama Kereta Mayit ( kereta jenasah atau orang meninggal). khusus untuk kereta ini benar benar keras untuk mengambil gambar karena takut ada hal hal yang tidak diinginkan. (Serem juga..hi hi hi).

KratonSolo (23)

KratonSolo (22)

Tak lama kemudian setelah selesai dipandu keliling keraton dan museum, kami pun keluar dari Keraton Surakarta, dan ternyata didalam keraton tersebut lumayan banyak cerita dan informasi yang kami dapat tentang sejarah keraton Surakarta, tentunya cikal bakal dari keraton ini sangat berkaitan erat dengan keraton Jogja dengan adanya Perjanjian Giyanti . next time mungkin saya akan mengeksplore keraton Jogja. oh iya sekedar informasi, ada baiknya kalau berkunjung ke Kraton ini pagi hari atau siang, jangan sore 🙂

Iklan

40 thoughts on “Jalan Jalan Ke Keraton Kasunanan Surakarta

    […] lebih tau seperti apa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, saya juga pernah menuliskannya di Jalan-Jalan Ke Keraton Kasunanan Surakarta, Selamat jalan-jalan para […]

    bersapedahan said:
    8 Januari 2016 pukul 6:34 AM

    penasaran ingin jalan2 di solo …. kalau ke sana karena kerjaan mulu jadi ga sempet kemana mana …. banyak tempat yang menarik disana dan lokasinya berdekatan …

      mysukmana responded:
      8 Januari 2016 pukul 6:40 AM

      Klo pas kesolo kbr kbr aja kak.sapa tau bs meet up

    wahyu eka arini said:
    4 Januari 2016 pukul 3:18 PM

    Tiap tahun ke Solo malah mainnya ke Klewer atau nengok adek yang mondok di Ngruki. Kapan2 harus ke sinih. Semangat!!!

    Avant Garde said:
    4 Januari 2016 pukul 9:16 AM

    sering lewat, tapi ya gak pernah sekalipun singgah hihi

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 9:38 AM

      sesekali mampir lah mas

    Yoga Purnama Putra Perdana said:
    3 Januari 2016 pukul 7:15 PM

    hhe.. sama mas ternyata sudah lama wira-wiri di kraton tapi belum pernah masuk, 😀 …. kapan-kapan lah nyempetin

    febridwicahya said:
    2 Januari 2016 pukul 9:36 PM

    Solo emang mirip-mirip jogja ya mas *yaiyalah. Banyak tempat bersejarahnya 😀 fenomenal 🙂

      cumilebay.com said:
      3 Januari 2016 pukul 10:01 AM

      Kalo menurut cerita, malah jogja mirip solo. Karna awal kekeratona ini di solo trus baru pindah jogja #LupaSiapaYangCerita

        mysukmana responded:
        3 Januari 2016 pukul 1:24 PM

        Iya krn awalnya kraton kartosura trs surakarta trs perjanjian giyanti baru jogja berdiri

        febridwicahya said:
        4 Januari 2016 pukul 11:26 PM

        Naaaah, kayaknya aku pernah denger cerita itu mas ._. kayak angkringan gitu, kan awalnya dari solo kan ya?

          mysukmana responded:
          5 Januari 2016 pukul 3:00 AM

          klo angkringan awalnya dari klaten mas malahan..baru dan menyebar ke solo dan jogja

            febridwicahya said:
            7 Januari 2016 pukul 12:49 AM

            Ampuuuuun mas :’ aku malah baru tau. ternyata dari klaten toh hehehe 😀

              mysukmana responded:
              7 Januari 2016 pukul 4:58 AM

              Iya akh jg pernah nulis dblov ini..cari aja HIK

    Syifna said:
    2 Januari 2016 pukul 8:38 PM

    Boleh masuk yaa, kirain nggak boleh hehehe

      mysukmana responded:
      2 Januari 2016 pukul 8:47 PM

      Boleh bgt mb

    MS said:
    2 Januari 2016 pukul 12:31 PM

    pernah ke keraton ini saat kuliah dulu
    sekarang jauh lebih rapi dan resik ya

    md_ayomi said:
    2 Januari 2016 pukul 6:46 AM

    Kereeenn.. tapi saya masih belum tahu bedanya dengan keraton Mangkunegaran apa ya mas? hehe..

      mysukmana responded:
      2 Januari 2016 pukul 8:31 AM

      bedanya ntar klo ada kesempatan ke mangkunegaran mau aku tulis lagi 🙂

        md_ayomi said:
        2 Januari 2016 pukul 8:32 AM

        Siiippp.. 😉 hehehe..

    iyoskusuma said:
    1 Januari 2016 pukul 6:05 PM

    Beruntung, aku sempet ke keraton ini waktu ada Grebeg Syawal, Mas. Ada urusan kerja waktu di Solo waktu Idul Fitri kemarin. Seru juga gabung sama masyarakat setempat merayakan tradisi.

      mysukmana responded:
      1 Januari 2016 pukul 6:42 PM

      Mas iyos waktu grebeg ikut rebutan gunungan gak..

        iyoskusuma said:
        1 Januari 2016 pukul 7:29 PM

        Ngambil bentar, langsung lanjut motret2 lagi. Hahaha.

    fasyaulia said:
    1 Januari 2016 pukul 4:46 PM

    Di lihat dari foto kok agak serem ya tempat nya mas, hehehe

      mysukmana responded:
      1 Januari 2016 pukul 6:41 PM

      Iya memang agak singup mbk hihii

    Gara said:
    1 Januari 2016 pukul 9:49 AM

    Kayaknya di sini saya baru membaca sisi lain dari sebuah keraton sebagai tempat tinggal raja: sisi yang berisi cerita tentang hal-hal yang tak boleh dilakukan, sisi tentang kekualatan dan cerita-cerita mistis yang ada di keraton itu :hehe. Mungkin memang karena keraton ini ditempati oleh seseorang yang punya kewibawaan dan energi yang sangat besar, sehingga agak banyak pantangannya ya Mas. Dan kok saya jadi penasaran buat menengok “kereta mayit” itu… :hehe.
    Ngomong-ngomong “singup” itu artinya apa, Mas? *gagal paham*.

      mysukmana responded:
      1 Januari 2016 pukul 9:55 AM

      Iya mas gara..memang singup..singup itu dalam bahasa jawa bisa dkatakan ruangan yg penuh energi astral hihii

    HangSastraCun said:
    1 Januari 2016 pukul 7:30 AM

    Pernah ke kraton Jogja? Lebih ramai sepertinya.

      mysukmana responded:
      1 Januari 2016 pukul 9:57 AM

      Kejogja pernah tp jaman kecil..

        HangSastraCun said:
        1 Januari 2016 pukul 10:07 AM

        Aku jaman sd tiap liburan sekolah pasti ke Jogja

    triadicl said:
    1 Januari 2016 pukul 4:36 AM

    Wah keren nih keraton surakarta, kalo keraton jogja saya pernah ke sana skalian ikut acara blogger nusantara tapi cuma sebentar. Next pengen juga jalan2 ke keraton surakarta.

    zizadesita said:
    1 Januari 2016 pukul 3:26 AM

    Udah pernah beberapa kli kesini, paling suka ama halamannya itu, adeemm. Iya ya, keraton ini menurut saya bagus, tapi sayangnya kurang terawat.

      mysukmana responded:
      1 Januari 2016 pukul 4:19 AM

      betul mbak kurang di openi sayangnya..

    BaRTZap said:
    1 Januari 2016 pukul 3:00 AM

    Kok sepi banget kelihatannya mas, waktu aku berkunjung ke sini tahun 2014 suasanya ramai banget, gak memungkinkan untuk memotret seperti ini. Cuma sekilas kok kesannya Keraton Kasunanan Surakarta ini agak menyedihkan ya kondisinya, tidak terlalu terawat jika dibandingkan dengan Keraton Mangkunegaran atau Kesultanan Yogyakarta. Apakah mungkin karena konflik internal yang dialaminya beberapa tahun belakangan ini ya?

      mysukmana responded:
      1 Januari 2016 pukul 4:18 AM

      iya sepi, menurut saya tempatnya juga memang kurang terawat..dan suasanya kayak singup gitu

        BaRTZap said:
        1 Januari 2016 pukul 4:28 AM

        Sayang banget ya, padahal Surakarta pernah menjadi bagian Mataram yang agung.

    Alris said:
    31 Desember 2015 pukul 11:16 PM

    Selamat tahun baru 2016, semoga kita lebih baik lagi, aamin.

      mysukmana responded:
      1 Januari 2016 pukul 4:20 AM

      aamin kak 😀

    Alris said:
    31 Desember 2015 pukul 11:15 PM

    Cuma bisa komentar : cakep dan keren. Semoga tempat itu makin rame dikunjungi di tahun 2016.

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s