Taman Sari Yogyakarta, Tempat Pemandian Para Penguasa Mataram

Posted on Updated on

Taman Sari (12)

#WeekEndTraveller – kemarin bertepatan dengan tahun baru 2016 , hal ini yang kami manfaatkan untuk liburan bersama keluarga istri tercintah ke kota Jogja yang sangat Istimewa :).  Destinasi kali ini adalah Taman Sari, dimana kami pernah kesana tahun kemarin akan tetapi waktu sudah sore dan lokasi wisata ini tutup  dan akhirnya tidak jadi.- (baca : cuma lewat). Berangkat dri solo jam 8.30 pagi dan satu jam sampai di kawasan Keraton Yogyakarta Hadiningrat. suasana cukup ramai sekali waktu itu karena kami harus memarkirkan mobil yang agak jauh dari lokasi.

Taman Sari (7)

Taman Sari (4)

Setelah sampai di lokasi dan memarkirkan mobil, saya  dan keluarga mulai mengeksplore kawasan Taman Sari, Tembok yang merupakan bagian dari bangunan ini menjulang begitu gagah dan tinggi dengan warna putih kecoklatan (krem). Ukiran yang mencerminkan mahakarya waktu dulu menghiasi dan menempel di setiap sudut tembok Taman Sari. kami pun berjalan untuk membeli tiket masuk atau uang retribusi dengah harga 5K rupiah perorangnya, tak lama kemudian memasuki pintu dimana penjaga telah berdiri disampingnya untuk mengecek karcis yang telah kami bawa.

Pintu dengan tinggi kurang lebih 2 meter membuka perjalanan kami untuk menginjakkan kaki di Taman yang dulunya adalah pemandian para istri-istri Raja Mataran khususnya Yogyakarta, tentunya taman ini sangat ada hubungannya dengan perjanjian yang pernah di buat oleh Mataram VOC yang disebut dengan perjanjian giyanti. Menurut sejarahnya Pasca Perjanjian Giyanti Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, titik tersebut disebut dengan Taman Sari saat ini.

Taman Sari (6)

Taman Sari (19)

Taman Sari (9)

Taman Sari (13)

Lokasi Pertama yang kami kunjungi adalah pintu dengan taman dan jalan setapak yang disebut dengan istilah “Gedhong Gapura Hageng” dan “Gedhong Lopak-lopak”merupakan pintu gerbang utama taman raja-raja pada zamannya. Disini terdapat kalau tidak salah 8 pot bunga dengan ukuran sangat  besar yang sudah berusia tua sekali. Menurut Sejarah dan yang saya lihat, Sebenarnya  Taman Sari menghadap ke arah barat dan memanjang ke arah timur. Gerbang ini terdapat di bagian paling barat namun karena padatnya rumah penduduk maka pintu loket taman sari berada di sisi utara.

Taman Sari (2)

Taman Sari (8)

Setelah dari lokasi pintu masuk  “Gedhong Gapura Hageng” dan “Gedhong Lopak-lopak” kami pun berjalan melewati sebuah pintu dengan beberapa anak tangga, disinilah kolam tersebut berada. Sebutan dari umbul tersebut adalah Umbul Pasiraman, yang artinya umbul=mata air dan pasiraman = tempat mandi. Inilah lokasi utama dari Taman Sari dimana para Sultan, Istri dan Putri-putrinya melakukan siram (mandi) di waktu itu. Di kompleks Umbul Pasiraman terdapat tiga buah kolam yang dihiasi dengan mata air  selain itu juga terdapat pot bunga raksasa. Selain kolam juga terdapat bangunan di sisi utara dan di tengah sebelah selatan yang bertingkat dan mempunyai beberapa jendela.

Taman Sari (5)

Taman Sari (1)

Taman Sari (14)

Kami pun menyusuri bagian selatan dari kolam yang pertama, dan disisi selatan  bangunan tersebut terdapat sebuah kolam yang disebut dengan “Umbul Binangun”, sebuah kolam pemandian yang dikhususkan untuk Sultan dan Permaisurinya saja (wah asik dong ya mandi bareng sama istri 😀 ) terus konon katanya Pada zamannya, selain Sultan, hanyalah para perempuan yang diizinkan untuk masuk ke kompleks ini. Ini di mungkinkan karena semua perempuan (permaisuri, istri ( selir ) dan para putri sultan) yang masuk ke dalam taman sari ini harus lepas baju (telanjang), sehingga selain perempuan di larang keras oleh sultan untuk masuk ke Taman Sari. Hmm..

Taman Sari (15)

Taman Sari (18)

Taman Sari (16)

Taman Sari (23)

Taman Sari (11)

Tak lama kemudian kami pun menyusuri bagian akhir dari perjalanan kami di komplek Taman Sari ini yaitu “Pulo Cemethi” dan “Sumur Gumuling” , lokasi ini letaknya agak sedikit jauh dari Kolam Pemandian, tepatnya di sisi sebelah barat Taman, didalamnya terdapat sebuah lorong yang di hubungkan melalui bawah tanah,  dan di tempat inilah konon Sultan bermeditasi.

Taman Sari (17)

Taman Sari (20)

Taman Sari (21)

Taman Sari (22)

Taman Sari (24)

Lokasi ini ada juga yang menyebutnya sebagai “Sumur Gumantung”, sebab di sebelah selatannya terdapat sumur yang menggantung di atas permukaan tanah. Untuk sampai ke tempat ini konon adalah melalui terowongan bawah air. Suasana di dalam waktu itu terasa sejuk, karena seluruh bangunan terbuat dari tembok dengan minim cahaya matahari. Bisa bayangkan kan orang jaman dahulu itu hebatnya kayak apa bisa membangun peradaban dan taman seperti ini 🙂 . Tak lama kemudian setelah 2 jam berkeliling waktu jumatan tiba, dan kami pun segera berjalan kembali menuju lorong dan kembali ke pintu masuk utama Taman Sari, disanalah juga terdapat masjid dengan nama Soko Tunggal dimana para kaum muslim yang sedang berkunjung di Taman Sari bisa melaksanakan waktu Sholat dikala Adzan sudah berkumandang 🙂

Iklan

45 thoughts on “Taman Sari Yogyakarta, Tempat Pemandian Para Penguasa Mataram

    Rifqy Faiza Rahman said:
    8 Januari 2016 pukul 2:51 PM

    Tempatnya fotogenik banget ya, 🙂

    Nadia Stephanie said:
    7 Januari 2016 pukul 12:28 PM

    Mas, kok guide aku beda ya nyeritainnya? Oalah.. jgn2 abal2 yg aku punya

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 12:39 PM

      Bedanya disebelah mananya bu

        Nadia Stephanie said:
        7 Januari 2016 pukul 12:50 PM

        Bener ga sih pemandian yg paling depan itu buat selir2 sultan yg nanti dipilih satu?

          mysukmana responded:
          7 Januari 2016 pukul 1:51 PM

          Wah kalau itu saya kurang tau bu 🙂

    Dwi Puspita said:
    6 Januari 2016 pukul 4:48 AM

    aku belum pernah kesini mbak…pengen banget kesini ama keluarga 🙂

      mysukmana responded:
      6 Januari 2016 pukul 5:53 AM

      yah jangan panggil mbak dong..aku mas kak dwipita 🙂

    BaRTZap said:
    5 Januari 2016 pukul 5:30 PM

    Tiap kali kemari aku selalu membayangkan bagaimana suasana di masa lalu ketika tempat ini masih benar-benar difungsikan dan digunakan oleh keluarga kerajaan Mataram. Kalau gak salah dulunya Taman Sari ini berada di sebuah pulau terpisah gitu ya mas, dan ada semacam Bale Kambang nya.

    ceritainaja said:
    5 Januari 2016 pukul 1:58 PM

    ternyata taman sari dalam nya bagus ya pak?

      mysukmana responded:
      5 Januari 2016 pukul 2:00 PM

      baru tahu ya..blm pernah kesini mesti :))

        ceritainaja said:
        5 Januari 2016 pukul 2:07 PM

        belum pernah pak, besok deh pak coba coba

    triadicl said:
    5 Januari 2016 pukul 9:48 AM

    Tempat wisata yang sarat sejarah, cocok banget buat nambah ilmu pengetahuan khususnya buat anak.

      mysukmana responded:
      5 Januari 2016 pukul 12:51 PM

      betul mas bro..wisata sejarah itu perlu, jas merah soalnya 😀

    adhyasahib said:
    5 Januari 2016 pukul 6:15 AM

    saya belum pernah kesini, nanti klo ke jogja mau mampir sini juga deh, waktu di jogja beberapa kali mau masuk kesana selalu tutup 😦

      mysukmana responded:
      5 Januari 2016 pukul 6:52 AM

      mungkin jenengan kesananya kesorean jadi udah tutup kak 🙂

    Jejak Parmantos said:
    4 Januari 2016 pukul 8:15 PM

    Cakep sih, tapi belum pernah kesana. Padahal, pernah di jogja 8 tahun hehe

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 8:17 PM

      wah mesti dolanmu ke kampus2 mas

        Jejak Parmantos said:
        4 Januari 2016 pukul 9:46 PM

        Ngapain ke kampus2 Mas hehe, saya dulu engga terlalu suka wisata sejarah, cenderung yang berbau alam… 😀

          mysukmana responded:
          5 Januari 2016 pukul 2:58 AM

          ow kirain jaman kuliah di jogja mas..hehe..berarti semua pantai dan pegunungan di jogja sudah di jelajah nih..

    annosmile said:
    4 Januari 2016 pukul 7:13 PM

    keliatan rame banget..eh mana ada taman sari sepi hihi
    iya dulu emang jadi pemandian raja..bangunannya unik

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 8:17 PM

      iyo mas rame pake banget, apalagi pas liburan tahun baru, jadi kurang bebas n keburu2 gitu…

    Gara said:
    4 Januari 2016 pukul 4:57 PM

    Temboknya tebal banget, khas bangunan-bangunan kolonial (mengingat kesultanan Ngayogyakarto dibentuk pada zaman kolonial jadi bangunannya kayaknya mirip ya :hehe). Kala makaranya juga unik banget ya, lidahnya menjulur. Saya penasaran dengan umbulnya sih Mas, apa saat ini kolam-kolam itu masih digunakan, mengingat sudah dibuka sebagai tempat wisata? Dan kayaknya umbul ini sudah berumur lama, jadi ingat Ratu Boko yang juga ada kolam-kolamnya :hehe. Mesti datang ke sana nih supaya tahu bagaimana cerita sebenarnya, baca postingan ini malah mupeng banget! :hoho.

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 5:59 PM

      lha kapan datang kesini, gara kan suka muter muter indonesiah kan..tapi klo disini dilarang keras untuk mandi, karena ini mataraman punya :))

        Gara said:
        6 Januari 2016 pukul 11:27 AM

        Ooh jadi masih dipakai untuk permandian raja, ya? Atau ada alasan khusus soal pelarangannya? :hehe.

          mysukmana responded:
          6 Januari 2016 pukul 11:34 AM

          Klo itu saya kurang tau.katanya udah g dipake

    dhico velian said:
    4 Januari 2016 pukul 2:08 PM

    Eh di Jogja lagi, btw foto pulau cemetinya kog nggak ada Mas?

    mas bro said:
    4 Januari 2016 pukul 2:02 PM

    dulu tahun 2008 pernah diajak sodara ke taman sari jogja, tapi penampakannya gak seperti ini. sudah berubah apa ada taman sari yang lain mas?

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 5:58 PM

      taman sari di jogja ya cuma ini satu satunya, tiada yang lain 🙂

        mysukmana responded:
        4 Januari 2016 pukul 5:58 PM

        saya lupa moto atau mungkin gak ke foto mas 😀

    Alris said:
    4 Januari 2016 pukul 1:46 PM

    Bisa dibayangkan putri2 keraton mandi jaman dulu, 🙂

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 5:57 PM

      udah jangan mbayangin yang tidak tidak deh kak 😀

    fasyaulia said:
    4 Januari 2016 pukul 1:24 PM

    Aku juga kesana mas, tapi gak terlalu suka karena penuh banget hehehe 😛

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 5:57 PM

      iya kemarin penuh banget..eh kapan kesananya..jangan jangan kita berpapasan 😀

        fasyaulia said:
        4 Januari 2016 pukul 10:31 PM

        Hari Selasa tanggal 29 Des maaaas. Hayoooh berpapasan gak tuh 😀

          mysukmana responded:
          5 Januari 2016 pukul 2:59 AM

          oh ternyata tidak jodoh kita haha aku tgl 1 Januari

    shintadaniel said:
    4 Januari 2016 pukul 1:05 PM

    Kolam renangnya para putri raja yaaa… ukiran di gerbangnya keren, tempatnya jg cantik yaaa… 2 jam kelilingan berarti lokasinya besar jg yaaa

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 5:56 PM

      lokasinya sih lumayan besar, pengennya masih disitu foto foto, cuma kepentok Jumatan jadi mendahulukan yang wajib dulu 🙂

    arintaadiningtyas said:
    4 Januari 2016 pukul 12:38 PM

    Wah..kayaknya asik nih disini. Bisa jadi salah satu tujuan wisata bareng anak-anak nanti.. 🙂

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 5:55 PM

      ditunggu wisata tempoe doeloe di ngayogyakarto hadiningrat bu 🙂

    RahmanBatopie, M.gs said:
    4 Januari 2016 pukul 12:06 PM

    kereeen. . . .
    ini akan menjadi salah satu lokasi sasaran Saya 🙂
    izin Bookmark yaa

    winnymarlina said:
    4 Januari 2016 pukul 11:48 AM

    taman sari cakepp

      mysukmana responded:
      4 Januari 2016 pukul 11:49 AM

      kayak yang mandi disitu tempoe doeloe 😀

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s