Sekilas Melewati Kampoeng Cyber Jogja

Posted on Updated on

KC (3)

#WeekEndTraveller – Setelah mengelilingi kawasan Taman Sari jogja saya pun memilih untuk memasuki area perkampungan penduduk yang terltak di belakang lokasi utama Taman Sari yaitu di RT36 Kampoeng Cyber. Bicara tentang kota Jogja memang tak ada habisnya salah satu centra kreativitas warga Jogja adalah di kampung ini, Kenapa disebut dengan Kampoeng Cyber? karena ini adalah sebuah kampung yang penuh potensi dan ingin selalu berkembang dan dikembangkan oleh penduduknya . Utamanya berkembang melalui teknologi informasi. melihat seperti ini kadang merasa iri saya. kapan kotasolo ada kampung beginian? meskipun akhir akhir ini sedang di canangkan Kampoeng Batik Laweyan sebagai kampung digital.

KC

Saya pun menyusuri setiap jalanan yang hanya selebar tidak ada dua meter, palingan cuma cukup buat sepeda motor. Di setiap tembok dan beberapa rumah yang ada dikampung tersebut terdapat seni mural yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Rata-rata penduduk mayoritas bekerja di sektor informal dan berlatar belakang pendidikan menengah, dengan jumlah penduduk kurang lebih 142 jiwa, terdiri dari 43 Kepala Keluarga.  Secara mandiri membangun wawasan pengembangan wilayah dan sumber daya manusia melalui teknologi informasi. Karena saya hanya melewati kampung ini sebentar saja jadi mungkin tidak bisa cerita terlalu banyak, akan tetapi saya juga sempat mencari webnya ternyata bisa ditemukan di alamat http://rt36kampoengcyber.com/

KC (2)

Pada intinya kampoeng cyber ini terdapat berbagai macam kegiatan yang di adakan oleh penduduk setempat seperti Batik, Produk makanan kecil, kaos sablog dengan berbagai gambar seni yang artistik, sanggar dan berbagai produk baik barang dan jasa UKM lainnya. Kampung Cyber juga bisa menjadi tujuan wisata edukasi yang masih berhubungan dengan dunia IT yang diperuntukkan khususnya kepada anak-anak secara kolektif dari sekolah-sekolah atau komunitas anak untuk mengenal teknologi informasi beserta pendayagunaannya dan memupuk jiwa kewirausahaan sejak dini. Para pengunjung diharapkan memperoleh wawasan tambahan selain yang dipelajari secara teori di sekolahnya. Dengan terjun langsung ke masyarakat akan mendekatkan materi yang akan diberikan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. beberapa materi TI yang biasa disajikan disini adalah seperti Pengetahuan seputar internet, sejarah dan perkembangan terkini, Mengenal Dunia Blog dan Web, Media Jejaring Sosial untuk Komunitas (Kampung) dan Bisnis Online dan tentunya Pengenalan Kampoeng Cyber dan Potensinya.

 

Iklan

34 thoughts on “Sekilas Melewati Kampoeng Cyber Jogja

    Ariesusduabelas2 said:
    13 Januari 2016 pukul 6:19 AM

    Tapi bukannya yang namanya satu desa satu domain id untuk web itu program pemerintah, ya?

    rangga fahrian said:
    11 Januari 2016 pukul 9:47 AM

    Ini baru kah kampungnya mas? lama d jogja dulu belum pernah tau atau jalan2 ke kampun gini. Itu lah istimewanya jogja, selalu bikin kgn. Selalu ada saja yang baru dan menarik

      mysukmana responded:
      11 Januari 2016 pukul 9:48 AM

      langsung nyanyi lagunya KLA project mas JOGJA :), iya jogja memang ngangenin, entah kenapa ya..apalagi saya jg kuliah djogja sebelum kembali ke solo dan mengais rizki disini hihi

        rangga fahrian said:
        11 Januari 2016 pukul 10:25 AM

        Enak ya di Solo, kalo kgn jogja bisa tinggal naek pramek 1 jam. Lha sy, di Lombok 😥

    masslara said:
    10 Januari 2016 pukul 5:59 PM

    Wah baru tahu, kapan2 nyoba deh

      mysukmana responded:
      10 Januari 2016 pukul 6:00 PM

      mas slara blognya yang pengen aku cantumin di blogroll yg mana nih, wp ato yang personal domain

    wyuliandari said:
    9 Januari 2016 pukul 8:06 PM

    Tahun 2012 pernah ke sini. gara-gara mau ke tamansari tapi pintu depan udah tutup cz kesorean. Jadi tergoda pakai pemandu dan diajajaklah kami keliling ke sini 😀
    Kalau enggak salah di sekitar sini juga banyak pelukis. Waktu kesana pas kere dan gak mampu beli itu lukisan ciamik yg sebenernya murah. Jadi masih memendam asa ke sini lagi. Thanks mas, tulisannya sudah mengingatkan saya.

      mysukmana responded:
      9 Januari 2016 pukul 8:26 PM

      waduh bahasanya kok kere toh bu, hehe terlalu ekstrem, mungkin bisa pake (lagi blm ada rizki) :D, iya dulu sebelum kesini juga udah sore jadi kita pulang terus baru tahun baru kmrn sempet kesini bu..iya banyak lukisan disekitar kampung cyber..

    BaRTZap said:
    7 Januari 2016 pukul 5:39 PM

    Kalau gak salah masjid bawah tanah nya Taman Sari justru masuk ke dalam kawasan kampung cyber ini ya mas?

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 6:22 PM

      itu bukan masjid mas, tapi sumur yang atasnya buat bertapa..

        BaRTZap said:
        7 Januari 2016 pukul 8:28 PM

        Oo kok dibilangnya masjid ya?

          mysukmana responded:
          7 Januari 2016 pukul 8:44 PM

          Sik sik bntr mas..ada yg salah dngn tulisan sy hihii

            BaRTZap said:
            7 Januari 2016 pukul 8:55 PM

            Monggo mas .. ditunggu update nya

    Jejak Parmantos said:
    7 Januari 2016 pukul 3:57 PM

    Dulu awal gadget masih jadul, wifi belum banyak… nih kampung memang bikin heboh. Berkali2 diliput tipi, ngga tau sekarang… apa produk inovatifnya ya, semoga tetap eksis diera gadget murah…

    NinaBona said:
    7 Januari 2016 pukul 2:38 PM

    Bisa wisata sambil belajar dong ya

    fasyaulia said:
    7 Januari 2016 pukul 12:42 PM

    Aku gak ngeh masa kalau ini kampoeng cyber. Kemarin jalan aja udaaah, sambil foto-foto 😀

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 12:45 PM

      Yah aulia kurang perhatian dong hahaa

        fasyaulia said:
        7 Januari 2016 pukul 12:51 PM

        Masuk nya dari pas keluar tamansari gitu soalnya, lewat jalan yang ternyata kampung itu terus ke parkiran deh. Gak ngeh sama sekali hahaha

    Gara said:
    7 Januari 2016 pukul 11:52 AM

    Di Yogya ada banyak kampung unik ya. Dulu pernah baca soal kampung Kali Code di blognya mas Wahyu (bukanrastaman), ternyata ada kampung siber juga. Jadi kampung ini meng-update kegiatan mereka dalam sebuah situs begitu ya Mas? Sekalian jadi ajang promosi kegiatan yang dilakukan kampung? Hm, menarik… dengan demikian menonjolkan keunikan kampungnya kan ya. Zaman sudah sangat ciber, jadi promosi pun harus dilakukan secara via media on line juga kan :hehe.

    jampang said:
    7 Januari 2016 pukul 11:08 AM

    foto aktifitasnya nggak ada, mas?

      Vicky Laurentina said:
      7 Januari 2016 pukul 11:29 AM

      Saya melihat foto-foto di artikel ini hanya mendapat kesan bahwa penduduknya senang melukis di dinding. Yang cyber itu apanya?

        mysukmana responded:
        7 Januari 2016 pukul 11:45 AM

        Judulnya aja cuma sekilas melewati..krn waktu itu waktunya mepet..makanya sy kasih link webnya..silahkan dibuka mbk vicky dan mas jampang

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 11:44 AM

      Judulnya aja cuma sekilas melewati..krn waktu itu waktunya mepet..makanya sy kasih link webnya..silahkan dibuka mbk vicky dan mas jampang

    ibuseno said:
    7 Januari 2016 pukul 11:04 AM

    wah penasaran pengen ke sini, pdhal lewat tamansari mulu tiap ke Jogja 🙂

    Alris said:
    7 Januari 2016 pukul 9:06 AM

    Mas, ini dulu kampung yang dikunjungi sama bos fesbuk ya?

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 10:35 AM

      Iya betul dkunjungi sama mark

    winnymarlina said:
    7 Januari 2016 pukul 9:04 AM

    penasaran ama kampung ini aaa

    jarwadi said:
    7 Januari 2016 pukul 8:45 AM

    kemarin nyobain ngetweet dari sana ngga? hihi

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 8:55 AM

      Wah gak nyobain mas jarwadi..jngn2 jenengan yg ds a hohooo

    adelinatampubolon said:
    7 Januari 2016 pukul 8:25 AM

    Kalau nga salah dikampung ini juga masyarakat sekitar memberdayakan sampah utk dijadikan kompos dan barang kerajinan daur ulang bukan yach? Pernah baca di kompas tp lupa kampung ini atau bukan. Yang pasti di jogja juga.

    bukanrastaman said:
    7 Januari 2016 pukul 8:15 AM

    akuu belum pernah kesanaaaaa 😦

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 8:22 AM

      ku jg pertama kali disini

    Ety Abdoel said:
    7 Januari 2016 pukul 6:39 AM

    Keren nih, setelah ada kampung inggris sekarang ada kampung digital. Enak kalau ada lingkungan yang kondusif.
    Bisa saling menjaga agar selalu berinternet secara sehat.

      mysukmana responded:
      7 Januari 2016 pukul 6:48 AM

      Iya..nih bu. Klo dsolo kampung batik laweyan namanya kan..katanya jg mau dibikin kampung digital gt

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s