Melihat Proses Pembuatan Nasi Liwet di Desa Duwet

Posted on Updated on

Centra Pembuatan Nasi Liwet (7)

#WeekEndTraveller #Culinery – Di tengah-tengah terik matahari, saya melakukan perjalanan ke salah satu desa di daerah Sukoharjo, Duwet namanya. Pada kesempatan kali ini saya bersama beberapa rekan mahasiswa ingin mengekplorasi lebih dalam tentang bagaimana cara pembuatan salah satu kuliner Kota Solo yang begitu khas, yaitu Nasi Liwet. Hampir seluruh warga desa Duwet mempunyai pekerjaan yang sama untuk memenuhi kebutuhan ekonominya dengan berjualan Nasi Liwet. Untuk itulah desa Duwet bisa di sebut dengan centra pembuatan Nasi Luwet

Centra Pembuatan Nasi Liwet (6)

Liwet (2)

Liwet (1)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (13)

Bahan utama pembuatan nasi liwet adalah beras,kebanyakan warga Duwet memilih beras asal Delangu Klaten sebagai pilihannya untuk pembutan nasi liwet. Setelah beras di bersihkan dengan air, kemudian beras di masak selama satu jam setelah beras sudah menjadi nasi kemudian nasi tersebut dimasak bersama santan, daun salam daun pandan, lengkuas dan garam. Tak lama kemudian di biarkan hingga matang dan santan menyatu dengan nasi selama 1 jam. Setelah 1 jam Nasi Liwet siap untuk di sajikan. Jadi total untuk masak Nasi membutuhkan waktu 2 – 3 jam, dan itupun menggunakan kayu bakar, Para pembuat nasi liwet memang sengaja menggunakan kayu, karena rasanya akan lebih sedap.

Centra Pembuatan Nasi Liwet (12)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (10)

Saat kami datang ke salah satu rumah warga pembuat nasi liwet, tampak suasana dapur dengan ukuran 3x 6 meter cukup sederhana, cara masaknyapun masih sangat kuno, dan inilah yang sebenarnya membuat cita rasa nasi liwet itu ada sejak jaman pendahulunya. Kembali ke bahan Nasi Liwet, berikutnya adalah Ayam. Ayam tersebut nantinya digunakan sebagai lauk nasi liwet.Para warga lebih memilih ayam petelor atau ayam jawa sebagai pilihan untuk lauk di nasi liwet yang dibuatnya. Karena menurut mereka ayam jawa memiliki tekstur rasa lebih gurih dan cepat mersap bumbu-bumbu dibandingkan dengan ayam potong. berbagai potongan ayam baik itu berupa ceker, rempelo ati, kepala hingga suwiran daging biasa disajikan sebagai pelengkap menu Nasi Liwet. Ayam-ayam tersebut oleh warga diberi bumbu bumbu dan dilengkapi daun salam sebagai bumbunya. Dalam menu nasi liwet, ayam tersebut di ungkep kurang lebih satu jam untuk menghasilkan ayam yang empuk .

Centra Pembuatan Nasi Liwet (15)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (11)

Selain ayam, lauk yang bisa di jadikan opsi lain adalah telur ayam. Beberapa warga pembuat nasi liwet memilih telur ayam potong dari pada telur ayam kampung di karenakan telur ayam potong lebih mudah di di dapatkan di pasaran dari pada telur ayam kampung. Telor ayam tersebut di bumbu bacem, supaya menghasilkan cita rasa agak sedikit manis namun tetap matang didalamnya. Biasanya para proses pembuatan telur, telur di rebus hingga dua kali, sehingga bumbu-bumbu akan lebih merasuk.

 

Centra Pembuatan Nasi Liwet (8)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (2)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (14)

Liwet (-)

Tahap selanjutnya adalah yang selama ini membuat saya penasaran, yaitu bagaimana membuat putih-putih yang ditambahkan di atas nasi liwet yang dijual pada umumnya. Ternyata putih-putih itu namanya Kumut. Kumut adalah olahan santan yang dimasak dengan putihan telur dan garam. Cara memasaknya adalah dengan memisahkan perasan santan yang di panaskan dengan daun salam hingga megeluarkan uap, setelah itu dimasukan putih telur bersama garam dan udak dengan merata olahan tersebut dan tunggu hingga olahan terebut menjadi kental dan mengeluarkan gumpalan atau endapan putih. Setelah itu bisa kita ambil bagian tersebut dengan menggunakan saringan , hingga sajian kumut yang sudah matang siap di hidangkan bersama nasi liwet nantinya.

Centra Pembuatan Nasi Liwet (3)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (4)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (9)

Bukan Nasi Liwet namanya jika belum ada sayurnya. Untuk menambah gurih Nasi Liwet biasanya ditambahkan sayur labu siam. Lalu bagaimana cara memasak sayur labu siam? Cara mengolahnya adalah dengan cara menumis semua bumbu sambal goreng yang sudah di haluskan hingga harum. lalu setelah berbahu harum masukan parutan labu siam dan aduk hingga merata dan kami menunggunya hingga 30 menit. Setelah 30 menit Sayur labu siam siap di hidangkan.

Centra Pembuatan Nasi Liwet (1)

Centra Pembuatan Nasi Liwet (5)

Selain lauk pauk dan sayuran tersebut diatas, sebagai pelengkap adalah tahu bacem dan tempe bacem, meskipun ini sifatnya tidak wajib di menu pelengkap Nasi Liwet, namun Tahu dan Tempe bacem masih banyak penggemarnya. Setelah proses yang sudah di jelaskan di atas tadi  Nasi Liwet siap di sajikan. Rata-rata nasi liwet dijual dari harga 7K hingga 15K per porsi, itupun tergantung Lauk dan Pauk yang diambil oleh pembeli, selain itu juga  tergantung potongan apa yang di minta.

Nasi Liwet (1)

Nasi Liwet (2)

Setelah menikmati Nasi Liwet yang sudah disajikan ke kami, kamipun pulang dan berkesempatan ber foto oleh Pak Lurah dari desa Duwet yang masih keturunan dan saudara dari Nasi Liwet yang terkenal di kota Solo yaitu Nasi Liwet Wongso Lemu.

Kredit Foto  : Dokumen Pribadi dan Mas Kunto

Iklan

27 thoughts on “Melihat Proses Pembuatan Nasi Liwet di Desa Duwet

    febridwicahya said:
    2 Februari 2016 pukul 2:25 PM

    Persis nasi uduk ya mas 😀 gurih-gurih rasa santan :3

    wisnuwidiarta said:
    30 Januari 2016 pukul 1:17 AM

    Baru tahu ternyata cara bikinnya begitu.. dan beda banget sama nasi liwet ala Garut 🙂

    Tanda Pagar said:
    29 Januari 2016 pukul 7:37 PM

    Nasi liwet sama nasi uduk sama gak sih?
    kalo dilihat dari cara masaknya kayaknya mirip nasi uduk ya

      mysukmana responded:
      29 Januari 2016 pukul 7:47 PM

      iya mirip nasinya saja kak, tapi lauknya yang beda 🙂

        Ruang Freelance said:
        29 Januari 2016 pukul 8:39 PM

        Iya bener. kalo nasi uduk biasanya lauknya orek tempe sama telur, ada yang goreng ada juga telur yang ada kuahnya itu (gak tau namanya). kadang ada tambahan sayur labu siam juga

    adelinatampubolon said:
    29 Januari 2016 pukul 12:04 PM

    selama ini makan nasi liwet nga pernah ada kumut loh mas, hehehe.. rasa kumut kayak apa yach? kelihatan enak dan menggoda nich nasi liwetnya.

    Ety Abdoel said:
    29 Januari 2016 pukul 7:40 AM

    Beras delanggu memang terkenal enak ya. Pantes kalau nasi liwet nya juga enak.
    Cara memasak memang menentukan rasa ya, Pak.

      mysukmana responded:
      29 Januari 2016 pukul 7:43 AM

      Bu wa saya smpe gak kemarin..jangan lupa sarapan pake nasi liwet )

    abah shofi said:
    29 Januari 2016 pukul 5:26 AM

    Telurnya direbus 2 Kali, 2 Kali mendidih gitu maksudnya ya mas… ?

    Sama kenal ya mas.. Skalian ijin follow 😀

      mysukmana responded:
      29 Januari 2016 pukul 7:44 AM

      Satunya tanpa bumbu dl satunya pake bumbu abah shofi 🙂

    zilko said:
    29 Januari 2016 pukul 12:19 AM

    Ah, prosesnya masih tradisional ya! Keren!!

      mysukmana responded:
      29 Januari 2016 pukul 4:08 AM

      Yup ini yg bikin yummy

    Mosque Adventure said:
    28 Januari 2016 pukul 9:12 PM

    dikotaku yg jualan nasi campur aza laku keras apalagi nasi liwet kayak gini,

    nyonyasepatu said:
    28 Januari 2016 pukul 5:23 PM

    Akummau kerupuknyandong

    Jejak Parmantos said:
    28 Januari 2016 pukul 4:53 PM

    Nyesel aku buka postingan ini, cuma bisa nelen ludah tanpa ada pelampiasan… hiks 😦

      mysukmana responded:
      28 Januari 2016 pukul 5:06 PM

      jangan gitu dong bang, jadi merasa berdosa, dari tadi bikin orang nelen ludah melulu saya 😦

    Sandi Iswahyudi said:
    28 Januari 2016 pukul 3:09 PM

    Enakkkk. .. kalau di rumah, jika lagi pengen. Saya minta ibu buatin nasi liwet mas. Enak tapi kalau kebanyakan bosen hehe

    dani said:
    28 Januari 2016 pukul 12:16 PM

    Huwaa Mas. Ngileeerrrrr. Huhuhu. Menggoda sekali postingan kali ini Mas. Mbayangin nasi yang lembut dan wangi dengan aneka taburannya. Huehehehe.

    Yulia said:
    28 Januari 2016 pukul 10:26 AM

    nasinya pake santen kayak nasi uduk ngga Mas rasanya ??? duuuhhh ini gimana postingan ini muncul disaat tidak tepat (untuk aku) sebenernya udah aku lewatin untuk ngga dibaca dulu,,, takut lagi puasa nelen ludah karena kepengen… hehehehe tapi penasaran,,, tapi nelen ludahnya sekali doang sich hahaha…
    pengen,,, pengen,,, pengen… hahahaha

      mysukmana responded:
      28 Januari 2016 pukul 11:14 AM

      Haha..iya pake santen mbk..mirip nasi uduk tp lbh gurih..alhamdlh puasa,tapi kok nelen ludah wkwkw..parah nih. Sy jdi ikut merasa berdosa..:(

    Hendi Setiyanto said:
    28 Januari 2016 pukul 9:32 AM

    Ahh..aku suka makanan sederhana seperti ini..tempe tahu. Kalu di banjar sayur labu siam disebut “jeper” dan biasanya dioseng gitu

      mysukmana responded:
      28 Januari 2016 pukul 11:15 AM

      Keliatannya memang sederhana, tapi lumayan ribet bikinnya..:)

    naniknara said:
    28 Januari 2016 pukul 9:06 AM

    huaaa…… pagi pagi memandangi foto-foto ini bikin ngiler
    bacemannya itu lho… ngangeni

      mysukmana responded:
      28 Januari 2016 pukul 11:15 AM

      Tahu bacem emang endess

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s