Desa Wisata Kampung Wayang Wonogiri (Wayang Village)

Posted on Updated on

Wayangan (5)

#WeekEndTraveller – Wayang mungkin saat ini tidak terlalu diminati bagi anak-anak muda yang hidup di era Teknologi Informasi, namun berbeda dengan Desa Wisata Kampung Wayang yang terletak di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. di Desa inilah wayang berasal, bahkan para dalang terkenal di kota Solo seperti Mantep dan Warseno Slank memproduksi tokoh wayang nya di desa ini. Dan pada kesempatan ini, saya bersama beberapa teman-teman ASITA Solo berkunjung ke kampung wayang desa Kepuhsari atau yang biasa disebut dengan Wayang Village.

Wayangan (1)

Perjalanan untuk ke Desa Kampung Wayang ini kurang lebih memakan waktu sekitar 2 jam dari kota Solo, Lokasi Wayang Village yang terletak di wilayah perbukitan dengan hamparan sawah hijau juga terdapat air terjun musiman, kebetulan pada saat kami berkunjung kesana cuaca sangat sejuk karena sedikit mendung dan akan hujan. Ketika kami datang, kami pun disambut di sebuah rumah joglo yang sudah disiapkan warga dan pokdarwis setempat.

Wayangan (16)

Wayangan (10)

Saya pun menyimak beberapa penjelasan dari Ketua Pokdarwis mengenai wayang dan latar belakang berdirinya Desa Wisata ini, Latar belakang Berdirinya Wayang Village ini bermula ketika pada tanggal 7 November 2003 yang lalu UNESCO menetapkan bahwa wayang sebagai salah satu Mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni, mungkin bisa disebut Master Piece dari orang jawa dalam bertutur. Desa wisata ini menurut salah satu dari anggota Pokdarwis tersebut bahwa Wayang Village ini bisa berdiri atas dasar kecintaan sekelompok pemuda Indonesia yang menganggap Wayang Kulit sebagai budaya Indonesia yang harus dilestarikan, kerana wayang kulit mempunyai nilai sejarah tersendiri dibidang seni dan kebudayaan Indonesia.

Wayangan (15)

Wayangan (8)

Wayangan (13)

Wayangan (12)

Wayangan (17)

Menurut sejarahnya Wayang kulit sejak abad pertama telah digunakan sebagai sarana penyebaran agama di Indonesia, Dan kini kesenian Wayang Kulit tetap di gemari meskipun tidak secara langsung. Namun dalam setiap karakter dan cerita yang di sutradari para dalang pasti mengandung cerita penuh makna dan filosofis yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Wayang Kulit sendiri kini seolah-olah sudah mendarah daging  di Desa Kepuh Sari. dan Penduduk setempat hasil karyanya memang benar benar sangat halus dalam membuat wayang. Saya pun melihat beberapa proses pembuatan wayang, mulai dari pemotongan kulit, mengukir , menyungging   hingga  finishing.

Wayangan (11)

Wayangan (9)

Wayangan (7)

Wayangan (2)

Wayangan (3)

Desa ini juga menyediakan showroom khusus yang menjual berbagai macam wayang dari kulit asli yang harganya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per tokoh wayang, semakin terkenal tokoh wayang tersebut semakin mahal juga harganya. Selain wayang, desa Kepuhsari juga memberikan beberapa paket Wisata mulai dari 1 hingga 3 hari, bahkan kita juga bisa menyaksikan Show Performance, ikut dalam kegiatan di kehidupan kampung tersebut dan beberapa workshop mulai dari pembuatan wayang dan gamelan.

Wayangan (4)

Wayangan (6)

Wayangan (14)

Semua paket-paket tersebut sudah di atur oleh pihak pengelola dan perangkat Desa Kepuh Sari, sehingga jika ada wisatawan yang mau menginap sudah dapat beberapa fasilitas.diantaranya seperti makan, home stay dan lain sebagainya. akan tetapi jangan membayangkan home stay disana seperti di villa pada umumnya, disana kita menginap dirumah warga dengan fasilitas apa adanya, akan tetapi pemerintah desa setempat mengutamakan kebersihan tetap terjaga. Oh iya, saya juga sempat bertanya. jika disana hanya menginap saja, cukup membayar 50 ribuan untuk penginapannya, dan harga ini tidak masuk dalam paket yang ada. di Wayang Viilange cuma satu yang saya sayangkan,  untuk informasi lengkap dan jelasnya di web nya http://www.wayangvillage.com sudah tidak aktif 😀

 

 

 

Iklan

28 thoughts on “Desa Wisata Kampung Wayang Wonogiri (Wayang Village)

    shintadaniel said:
    26 Maret 2016 pukul 1:05 PM

    Wah keren ya wayang village ini. Saya seneng wisata sejarah dan seni budaya gini. Insya Allah bulan mei ke Solo tapi jauh kalau ke Wonogiri 2 jam bawa baby rempong pastinya. Ada keriaan baru apa di Solo buat anak2?

      mysukmana responded:
      26 Maret 2016 pukul 2:13 PM

      Iya lumayan jauh ini bu..dsolo ap ya buat ank2..blm ada info ni bu

    megurineana said:
    21 Februari 2016 pukul 1:34 PM

    Wih, keliatannya seru nih, buat presentasi wisata Wonogiri. Kalo ada yang punya info lebih lengkap, bisa komen di sini (Kasih link nya aja cukup). Btw, makasih, bermanfaat banget infonya….

      mysukmana responded:
      23 Februari 2016 pukul 1:09 PM

      kayaknya orang tour n travel nih mbakya hehe..iya sama sama semoga bermanfaat 🙂

    adelinatampubolon said:
    9 Februari 2016 pukul 4:47 PM

    Aku senang nonton wayang tapi sering nga ngerti arti dibalik kata-kata yang diucapkan dalang nya karena banyakan bahasa jawa gitu hikss..

      bimo suci said:
      16 Februari 2016 pukul 10:05 PM

      websitenya baru dalam pembenahan maaf
      sabar ya pengelola sewaktu waktu siap menerima phone 085326775388 (retno)

    itsmearni said:
    5 Februari 2016 pukul 10:16 PM

    Wah boleh nih jadi salah sati destinasi wisata klo pas ‘nyasar’ ke wonogiri
    Sekaliam mengenalkan budaya ke anak

      mysukmana responded:
      8 Februari 2016 pukul 3:56 AM

      harus itu kak

    Liza Fathia said:
    30 Januari 2016 pukul 11:10 PM

    Seru banget jalan2nya mbak

      mysukmana responded:
      31 Januari 2016 pukul 2:28 PM

      saya mas bukan mbak kak. itu istri sayah

        Liza Fathia said:
        31 Januari 2016 pukul 9:54 PM

        Hihhihi… ralat deh, mas 🙂

          mysukmana responded:
          31 Januari 2016 pukul 9:58 PM

          Nah loh lupa kan

    dani said:
    30 Januari 2016 pukul 9:49 PM

    Kok saya seneng banget sama wayang yang belom diwarnai ya Mas? Nyeni banget rasanya. Btw wayang memang kaya banget filosofinya. Aaya sekarang nyesel loh dulu gak suka banget sama wayang yang disukai banget sama bapak. Huhuhu.

      mysukmana responded:
      31 Januari 2016 pukul 2:27 PM

      untung saya jaman dulu sering n suka nonton wayang di Indosiar, bahkan si Pak Mantep itu masih tetangga desa sama saya hehe

    fasyaulia said:
    30 Januari 2016 pukul 9:04 PM

    Ternyata bikin wayang kaya gitu ya. Sulit kayanya tapi penasaran hehehe

      mysukmana responded:
      30 Januari 2016 pukul 9:08 PM

      Ayo fasya ksni..

      bimo suci said:
      16 Februari 2016 pukul 9:40 PM

      klo penasaran tak ttg datangnya mbak ke wayang village

    Astari Ratnadya said:
    30 Januari 2016 pukul 8:44 PM

    Belom kesampean mampir ke wonogiri.
    wesss kelar skripsian nanti mau mampir ke wonogiri aaaah.
    Wayang kulitnya bisa buat dijadiiin oleh oleh 🙂

    iyoskusuma said:
    30 Januari 2016 pukul 7:16 PM

    Wah. Jadi inget saya janji ke sini sama temen. Temen saya salah satu penggagas Kampung Wayang ini (nanti saya bilangin situsnya udah ga bisa dibuka ya. Hehe).

    Menarik euy. Baca ini jadi makin penasaran!

      mysukmana responded:
      30 Januari 2016 pukul 8:26 PM

      pasti belum bayar domain sama hostingnya hahaha..ayo mas di oyak oyak mas, kmrn aku udah kesana loh..tanya ? bu kok situse ra iso 😦

        iyoskusuma said:
        30 Januari 2016 pukul 10:34 PM

        Sampun, Mas. Sampun tak takoni.. *belajar Bahasa Jawa*. Haha. Iya, jadi pengen ke sana nih.

          mysukmana responded:
          31 Januari 2016 pukul 2:28 PM

          nek karo aku ” wis tak takoni wae mas” haha

            iyoskusuma said:
            31 Januari 2016 pukul 10:06 PM

            Hahahahaha siapppp! 😁

    Dita said:
    30 Januari 2016 pukul 6:21 PM

    Ehh aku juga pas ke wonogiri mampir sini, belum ditulis tapi…baru yg museum wayangnya aja

      mysukmana responded:
      30 Januari 2016 pukul 6:51 PM

      Oya..kpn kpn mampir solo ya kak dita

        rizzaumami said:
        30 Januari 2016 pukul 10:23 PM

        iya mampir solo, mbak lagi, saya tunggu 🙂

          mysukmana responded:
          31 Januari 2016 pukul 2:27 PM

          cieh dita ada yang nunggu…

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s