Bagaimana Menghadapi Tanggal Tua Ketika Jaman Kuliah

plan

#Daily – Dulu waktu jaman kuliah sebagai anak kost yang jauh dari keluarga memang harus pinter-pinter mengatur keuangan, apalagi sekarang sudah berkeluarga, finansial antara saya dan istri harus di atur sedemikian rupa supaya cukup dan sebagian di tabung, apalagi sekarang punya dekbay yang membutuhkan perhatian dan finansial khusus tentunya.

Namun disini saya mau bercerita tentang pengalaman saya waktu masih hidup single dulu, atau masih jadi anak kost waktu jaman kuliah di kota tetangga, Yogyakarta Hadiningrat :). Atau bahkan mungkin cerita ini mirip cerita si budi yang videonya ada di bawah tulisan ini, yang bisa di jadikan inspirasi para mahasiswa atau pekerja di rantauan :D.

#JadilahSepertiBudi

Waktu itu sekitar tahun 2007-2008 saya memutuskan untuk kost di daerah Monjali (Monumen Jogja Kembali), meskipun lokasinya radha jauh dari kampus saya  di Universitas Gadjah Mada, tapi kost ini tergolong murah, sebulan cuma 150.000 rupiah. Waktu itu orang tua saya tiap bulan ngasih uang saku  ke saya sekitar 500 ribu rupiah untuk satu bulan. Kalau di rata-rata satu minggu sekitar 175.000 rupiah saja uang sakunya, Jumlah itu sudah untuk makan, beli bensin dan lain sebagainya. Mungkin kalau anak sekarang uang segini gak cukup? belum lagi untuk beli quota smartphone dll. jadi disini saya mau berbagi tips gimana supaya para pembaca blog ini agar tetep eksis ketika Tanggal Tua, apalagi kalau kalian yang sudah bekerja gajinya cuma satu koma atau dua koma?, kiamat sebelum waktunya deh 🙂

Belanja Awal Untuk Keperluan Satu Bulan

Sebagai anak kuliahan yang uang sakunya mepet :), belanja untuk keperluan bulanan selalu di lakukan diawal bulan, apalagi seorang cowok tidak terlalu membutuhkan banyak ini itu di kost, palingan keperluan untuk alat kebersihan diri dan kost seperti pasta gigi, sabun, parfume dll, tentunya pilih dengan kapasitas cukup untuk satu bulan.

Sisihkan Uang di Awal Bulan

Menyisihkan uang saku dari orang tua adalah wajib hukumnya bagi saya, dengan uang 500.000 selalu saya sisipkan 100.000 ribu untuk di tabung, jadi sisanya masih 400.000, banyak yang bilang : “bisa hidup dengan  100.oo seminggu nang” aku jawab ya bisa lah :)), makan aja dibikin dua kali saja sehari.

Irit Untuk Uang Makan

Ciri khas anak kost yang dari perantauan adalah irit uang makan, mungkin kalau saya sih masih terjangkau Solo-Jogja , bayangkan saja yang luar kota tapi pas -pasan uang sakunya, strategi ini saya meniru dari mereka-meraka yang hidupnya prihatin untuk kuliah, pokoknya sederhana. Misalnya makan dua kali sehari , itupun di warteg atau rumah makan padang versi mahasiswa. kalau pas lagi ke pepet pengen makan enak ya ke warung padang pake kuah saja dan lauknya cukup tahu tempe :D, terus makannya dibuat dua kali,  Brunch sama Dinner. Semua ini saya lakukan supaya cukup hingga akhir bulan alias tanggal tua 🙂

Hargai Uang Receh

Jangan pernah sepelekan uang receh, mulai dari pecahan 100,500,1000 hingga 2000. Uang receh yang saya simpan dari kembalian adalah penyelamat ketika kita butuh. dulu jaman kuliah biasanya uang recehan seperti ini saya simpan di botol aqua satu liter sampai penuh, itung-itung bisa jadi celengan kan.

Hindari Utang

Ini nih yang perlu kita hindari, utang bukanlah solusi, akan tetapi akan jadi beban, terlebih dunia akherat bro, apalagi pinjem temen yang digunakan untuk kebutuhan konsumtif… alhamdulillah sejak jaman kuliah sampai sekarang selalu menghindari hal seperti ini, terkecuali sekarang buat kredit rumah D . itu pun gak sampai 25 % dari pendapatan saya sebulan.

Hemat Pulsa, Internet Atau Gunakan Seproduktif Mungkin

Pulsa dan Internet adalah wajib bagi saya dulu, apalagi mahasiswa sekarang yang gak bisa lepas dari gadget yang bisa menguras pulsa dan quota data internet, tentunya semua itu membutuhkan biaya. Strategi saya jaman kuliah dulu adalah, kalau online ya memanfaatkan wifi kampus, kadang juga ke warnet antara jam 00.00 hingga 06.00 pagi hanya untuk sekedar browsing dan cari jawaban tugas kuliah atau makalah. karena di jam-jam tersebut ada warnet langganan saya deket kost yang ngasih diskon 50% buat mahasiswa.

Cari Pendapatan Tambahan

Mencari pendapatan tambahan bagi saya adalah kebetulan dan untuk mengasah kemampuan serta mengembangkan akademik, jaman kuliah dulu saya sudah jadi guru TIK  di beberapa sekolah tingkat atas di Solo. karena kuliah cuma dari senin-kamis, jadinya ya jumat-sabtu bisa untuk ngajar. lumayan lah pendapatannya sebagai guru honorer waktu itu. Selain menjadi guru honorer pernah juga ikut programnya rektorat kampus, di LPPM gitu, lumayanlah UGM kalau ngasih fee gak tanggung-tanggung sama mahasiswanya yang udah ngebantu disana.

Jangan Lupa, Mintalah Rizky dari Nya

Terakhir ini yang paling penting, karena saya muslim, di usahanin memperbanyak sunnah dan berdoa. Supaya di lancarkan rizky saya dan dikasih kehidupan berkah di dunia akherat :), karena hidup ini menurut saya cari yang halal biar menjadi tenang, kalau sudah tenang pasti senang, karena  senang belum tentu tenang 🙂

Nah..itu adalah beberapa tips dan pengalaman saya buat mengatasi tanggal tua, kalau mahasiswa-mahasiswa sekarang asal kreativ pasti enak hidupnya, apalagi fasilitas online sekarang dimana mana, sebagai contoh bisa beli hemat  Matahari Mall, bisa juga bagi mereka yang hobby cari barang diskon bisa saja ke Promo Matahari Mall bahkan dari mahasiswa udah bisa merintis usaha online.

Iklan

59 comments

  1. Assalamu’alaikum gan, salam kenal..
    sangat2 menginspirasi dan contoh untuk nanti yang akan berkeluarga,,
    mantap dah,,
    apalagi poin terakhir, krn emang yg kasih rejeki hanyalah Dia!

    Blogwalking jg ya dimari
    #KisahTanggalTuaku–> https://t.co/zuTmfunE3T
    share this thx 🙏📱#JadilahSepertiBudi👦
    #KisahTanggalTuaYulianaSari
    @mataharimallcom👠👗#MatahariMall
    #IndonesiaBangga 💪 Terima kasih banyak

  2. nice writing mas, luar biasa ya ternyata jadi anak kos (karena saya nggak ngalamin jadi nggak tau sisi anak kos).. tapi emang prihatin semasa kuliah itu yang bikin kita jadi tangguh, jadi survivor hidup ya 🙂

  3. untung jamanku kuliang rung ono smartphone dengan segala godaannya, gak ada pos pengeluran untuk modal eksis di dunia maya… 🙂

  4. baru ngalamin kalo ini mah. hahaha. yah, nikmatin aja lah. la mau gimana. solusi paling pas ya emang cari kerja sampingan.

  5. tips yg akan terus berguna bagi mahiswa yg ngerantau nih,
    tambahan dr saya, rajin puasa senin-kemis, lumayankan pengiritan sekalian uji kesabaran 😀
    Sukses di lombanya.

  6. Jadi inget waktu kuliah, kalo keabisan uang langsung lari ke eyang sama kakak 😀
    bener banget tuh mas uang receh bener2 guna banget walapun 100 perak lumayan buat nambah jajan di burjo hahaha 😀

  7. jadi inget masa2 prihatin di bandung.makan cuma pake gorengan sama lombok thok kalo udah tanggal tua.untung ada rice cooker menemani.makan pun cuma 2 kali sehari.masa perjuangan yang tak akan pernah terlupakan..ehehehe

    lagi ada food street culiner di SGM Mas.kalo mau buat reportasenya 😀

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s