Cita Rasa Lunpia Khas Semarang Ala Lunpia Delight

sumber : lunpiadelight.com

sumber : lunpiadelight.com

#Kuliner – Ngomongin Soal Lunpia merupakan sejarah tersendiri bagi saya, apalagi saya dibesarkan di Pantura dan sekarang di Solo, tiap pulang kampung ke Kendal pasti melewati kota Semarang. Disinilah salah satu kota dengan ke Khasan kuliner yang sangat saya suka yaitu Lunpia. Apalagi saya termasuk penggemar seafood, kalau makan Lunpia pasti milih yang berbau udang. Lalu seperti apa sebenarnya sejarah Lunpia yang menjadi makanan favorit saya ketika pulang ke Kota Kendal.

sumber : lunpia.co.id

sumber : lunpia.co.id

Dari literature yang saya baca, Lunpia atau orang menyebutnya juga Lumpia hadir di kota Semarang pada abad 19 . Lunpia sendiri merupakan kuliner yang berasal perpaduan dari  Tiong Hoa dan Jawa, atau berasal dari pasangan suami istri Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasi yang merupakan leluhur dari kuliner Khas Semarang tersebut. Salah satu produsen yang saat ini masih eksis dan sangat legendaris di Semarang adalah ‘Lunpia Delight’ yang dimiliki oleh Cik Meme. Dan kini Cik Meme sebagai ikon generasi penerus Lunpia Semarang.

Cik Meme sendiri adalah keturunan dari buyutnya, yaitu Mbok Wasi dan Tjoa Thay tadi yang memperkenalkan Lunpia Semarang yang di olah dengan bahan baku rebung di tahun 1870 Silam. Jadi rasa original Lunpia Asli Semarang bisa di temukan di Lunpia Delight ini. Itulah mengapa Lunpia sebenarnya berasal dari rebung didalamnya, akan tetapi Cik Me Me tidak berhenti sampai sini, putri bungsu sang Chef Lunpia yang legendaris ini telah merancang konsep baru lunpia semarang sehingga lebih modern tanpa harus menghilangkan kekhasan bahan bakunya yang asli yaitu rebung.

sumber : lunpia.co.id

sumber : lunpia.co.id

Bagi seorang muslim seperti saya tentunya sangat selektif ketika memilih makanan, saya secara pribadi agak ragu untuk membeli kalau tidak ada sertifikasi halalnya , mungkin karena takut akan kehalalannya. Namun sejak Cik Meme mulai mempeloporkan sertifikasi Halal MUI untuk Lunpia Delight nya jadi tidak ragu lagi 🙂

Apalagi Lunpia Delight milik  Cik Me Me sekarang terdiri dari berbagai varian menu yang sudah beliau modifikasi, diantaranya adalah Lunpia Original, Lunpia Crab, Lunpia Plain, Lunpia Kakap hingga dari bahan kambing muda, dan rencananya Cik Me Me sedang mempersiapkan menu baru, yaitu Lunpia Raja Nusantara. Penjelasan dari lumpia tersebut ada disini :

  • Lunpia Raja NusantaraMerupakan inovasi dari perpaduan lunpia original yang melebur dalam racikan Jamur segar dan gurihnya kacang mete super.
  • Lunpia Ka Ja Mu Menu Spesial Rasa Kambing Jantan MudaSpesial racikan yang diolah dari rebung pilihan, telor ayam dan Kambing Jantan Muda.
  • Lunpia Fish Kakap Menu Spesial Rasa Ikan KakapSpesial racikan yang diolah dari rebung pilihan, udang, telor ayam dan ikan kakap terbaik.
  • Lupia Crab Menu Spesial Rasa KepitingSpesial racikan yang diolah dari rebung pilihan dipadu dengan udang, telor ayam dan daging kepiting terbaik.
  • Lunpia OriginalSpesial racikan yang diolah dari rebung pilihan, udang, dan telor ayam.
  • Lunpia PlainSpesial racikan khusus bagi vegetarian, diolah dari rebung pilihan saja.
Sumber : lunpiadelight.com

Sumber : lunpiadelight.com

Sumber : metronews.com

Sumber : metronews.com

Jadi sekarang saya  semangat kan kalau pergi maupun lewat Semarang beli kuliner khas yang menjadi ikon kota Semarang ini,  apalgi belinya di Lunpia Delight yang bisa dikatakan menjadiPintu Gerbang Kuliner Kota Semarang. asal tau saja nih, bahwasanya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga  sudah menetapkan Lunpia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2004. terlebih diperkuat dengan Cik Me Me yang mempunyai nama asli Meliani Sugiarto dinilai memiliki peran  besar dalam melestarikan dan memberdayakan lunpia yang menjadi makanan khas Kota Semarang

NB : Tulisan ini diikutsertakan pada Lunpia Delight Blogging Competition yang diselenggarakan oleh Lunpia Delight

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s