Hal yang Membuat Jogja Tetap Istimewa Bagi Saya

JogjaIstimewa

#Daily– Ceritanya bulan ini saya jadi driver buat adek ipar saya yang paling bontot buat masuk ke Perguruan Tinggi ke kota yang bikin saya selalu kangen akan keberadaannya, yaitu JOGJA. Setelah gagal test STAN di Kampus Sanata Dharma Jogja beberapa minggu lalu kini mencoba peruntungan untuk Ujian Tes Mandiri masuk Undip di SMA Negeri 11 Jogja, meskipun sebenarnya Universitas Lokal kota Solo dimana kami tinggal sudah dia daftar juga.

Ngomong-ngomong  soal kota Jogja,  ada beberapa hal yang selalu bikin kangen untuk bernostalgia di kota Yogyakarta dimana para seniman , orang-orang pinter, tempat wisata hingga kuliner berkumpul dan melimpah disini , termasuk orang-orang yang dikenal keramah tamahannya.

Baik saya maupun kalian para pembaca blog ini yang pernah tinggal maupun berkunjung ke kota ini pastinya punya kesan tersendiri, kita tentunya menyadari bahwa Jogja memang terlalu Istimewa untuk dilupakan, Kesederhanaan, keramahtamahan membuat saya merasa nyaman di kota ini. Akhirnya sambil menunggu adek ujian  di SMA Negeri 11 kota jogja saya mencoba merangkum beberapa hal yang membuat saya selalu kangen Jogja.

1-UGM

Jogja Kota Pelajar

Keberuntungan bagi saya pribadi bisa jadi salah satu pelajar di kota Jogja, Jogja banyak terkumpul orang pinter-pinter serta berpendidikan di  berbagai bidang , setiap kampus yang membuka berbagai macam bidang studi mulai dari kampus kecil hingga besar Seperti UMY, UII, Amikom, UNY, UIN, UNAD hingga Perguruan Tinggi bergengsi no 2 di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada. Apalagi di kota ini hampir 70% pemukimnya usia 20-30 tahun dan tingkat produktifitasnya paling tinggi di Indonesia  yang berasal dari berbagai pelosok negeri seluruh Indonesia.

?

Burjo (Warung Bubur Kacang Ijo)

Salah satu yang paling menjadi penyelamat kelaparan akut tengah malam ketika jadi anak kost dulu adalah adanya Burjo, Burjo adalah Warung Bubur Kacang Ijo, meskipun sebutannya Burjo , akan tetapi warung ini tak hanya melulu jualan Burjo. Justru malah berbagai macam olahan Mie seperti Indomie goreng hingga mie dok dok, nasi sarden, sayur, gorengan yang masih anget, berbagai minuman hingga kopi. Uniknya kata temen saya yang sekarang jadi marketing distribusi Indomie pernah survey, lebih dari 1400 burjo ditemukan di jogja dan semuanya pemilik maupun pengelolanya adalah orang Sunda. Jadi kalau jajan di warung yang buka 24 Jam dengan harga murah ini saya sering di panggil Abang, “ bang mau pesen minum apa bang..”

Angkringan

Makan di Angkringan

Nasi bungkus mungil dengan balutan karet yang habis dalam hitungan 5-7 sendok ini merupakan salah satu  penyelamat perut di kala kelaparan. Nyala lampu sentir atau bolam 5 watt menjadi penerang makanan pelengkapnya layaknya gorengan, sundukan, dan minuman baik penyegar dahaga maupun penghangat dinginnya udara malam seperti Kopi hingga harumnya wedang Jahe menemani di kala senja hingga tengah malam. Sambil menikmati hidangan yang ada. Di Setiap Angkringan akan ada secuil cerita dengan teman-teman penuh kesederhanaan di atas tikar sambil menikmati setiap sudut kota Jogja dan kenangan tersendiri bagi saya.

??????????

Belanja di Malioboro

Baik bagi pelajar, mahasiswa dan wisatawan tentunya. Kawasan Malioboro adalah bukti otentik kalau pernah ke kota Istimewa ini. Kawasan jalan sepanjang 1 kilometer dari Stasiun Tugu hingga Benteng dan Keraton Yogya merupakan kawasan favorit wisatawan yang sedang berkunjung kekota Jogja. Deretan kios cinderamata, batik hingga barang-barang antik lainnya hingga fashion adalah sedikit dari sekian banyak hal yang selalu memanjakan mata, selain itu juga hingga lalu lalang Becak dan Andong yang selalu ada di hadapan mata. Kenangan disini ketika berbelanja dengan istri, kami harus bolak balik sana sini cari yang murah dan tidak menguras kantong tentunya. Bagi saya berbelanja di Malioboro tak hanya sekedar belanja saja, tapi juga menikmati suasana romantis yang ada

3-TuguJogja

Tugu Sebagai Ikon Jogja

Kawasan Tugu Jogja merupakan kawasan Iconic, banyak wisatawan, mahasiswa dari luar daearah yang selalu mengabadikan gambar disini sebagai bukti otentik bahwa mereka sudah pernah berkunjung ke kota Jogja. Disaat jaman modern seperti ini kini Tugu Jogja juga ikut mengalami beberapa perbaikan dan renovasi dari bangunannya. Akan tetepai khas peninggalan aslinya masih tetep berdiri kokoh dan menjadi salah satu kenangan tersendiri bagi yang berfoto di dekatnya.

6-GudegJogja

Gudeng Tengah Malam Hingga Dini Hari

Gudeg, merupakan makanan manis-gurih dari buah nangka muda, meskipun dulu banyak teman saya yang dari daearah jawa barat dan Sumatra tidak terlalu suka dengan gudeg karena manisnya, akan tetapi gudeg adalah salah satu penanda bahwa Jogja tak pernah tidur. Tiap pukul sembilan malam, ketika banyak toko telah tutup, maka para pedagang gudeg ini mulai bangun dan menata dagangannya di atas meja sederhana bersama beberapa lembar tikar diatas trotoar atau emperan toko.

Taman Sari (18)

Alun-Alun Keraton hingga Taman Sari

Alun alun keratin merupakan tempat paling asik kalau sekedar buat nongkrong sambil menikmati wedang ronde dimalam hari, disini banyak sekali anak muda yang berbagi cerita dengan teman-temanya, ada juga yang menantang dirinya untuk melewati ringin kembar dengan matar tertutup. Berdekatan dengan Keraton, Taman sari meruakan tempat menarik ketika dikunjungi disiang hari. Disini banyak orang yang foto prewedding hingga menggali kembali masa lalu di bekas pemandian putri-putri raja.

4-WongJogja

Orang Sederhana dan Ramah

Tidak jauh beda ditempat dimana saya tinggal (SOLO), Jogja adalah rumah bagi orang-orang sederhana dan ramah Senyum dan sapa yang keluar dari bibir-bibir mereka begitu tulus ketika saya tinggal di jogja lebih dari satu tahun. Tak hanya itu, mereka jugalah keluarga meskipun baru saya kenal. Orang-orang Jogja dengan senang hati menunjukkan jalan ketika Mereka berusaha menghormati keberadaan para pendatang seperti, para pendatang  pun menghormati mereka (orang asli Jogja)

5-SenimanJogja

Seniman Berkelas

Jogja memang pusatnya seniman, seperti Katon Bagaskara, Butet kartarajasa hingga seniman jalanan. Lantunan musik Yogyakarta karangan katon selalu mengingatkan saya untuk kembali ke jogja. Selain itu seniman jalanan dan cukup kreativ. Mereka tidak hanya sekedar mengais rizki dengan meminta seperti pengamen pada umumnya. Namun benar benar all out ketika menunjukan keahliannya bermain musik baik di perempatan maupun ditempat strategis wisatawan seperti di Malioboro.

Pantai Sundak (11)

Pantai yang Indah dan Eksotis

Yogyakarte memiliki pantai yang sangat panjang di pesisir selatan. Iini adalah surga bagi para pengagum indahnya samudera hindia . Pasir putih maupaun pun hitam yang lembut membelai kaki melebur dengan air laut yang jernih. Pantai-pantai eksotis tersebut telah membantu saya  dari masa-masa galau akademis dulu. Selain itu menikmati pantai di pesisir selatan jogja memang tiada habisnya, mulai dari Krukup, Krakal, Baron, Prangtritis merupakan kenangan tersendiri bagi saya sama istri dan teman-teman ketika bermain kesana.

So, Bagaimana Jogja menurut kalian ?

NB :Anyway beberapa foto hasil jepretan pribadi dan hasil nyomot yang saya lupa sumbernya 😀 (Ijin yah)

6 comments

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s