Selamat Pagi di Desa Wisata Borobudur

Posted on Updated on

????????????????????????????????????

#Travel – Berkunjung ke pedesaan adalah hal yang sangat diinginkan oleh orang-orang perkotaan, salah satu destinasi yang saya kunjungi pada liburan kemarin adalah di Desa Wisata sekitaran Candi Borobudur. Sebut saja Home Stay Kebon Dalem dan Rumah Keluarga Munawir dimana saya sempat tinggal satu malam disana bersama rekan rekan Travel Blogger Indonesia. Di Desa Wisata sekitaran Candi Borobudur ini merupakan desa yang memang di kelola penduduk setempat sebagai tempat singgah sementara untuk menikmati Sunrise di bukit Punthuk Setumbu yang cukup terkenal itu. lalu seperti apakah desa wisata ini?

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (7)

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (8)

Pertama adalah Kebon Dalem, Home Stay ini berbentuk limasan, dan terdapat pendopo joglo di bagian depan. Bangunannya pun di dominasi dengan warna heritage yaitu coklat, mulai dari dinding, genteng, tiang dan lain sebagainya. sehingga terkesan tradisional dan menyatu dengan alam.  Bangunan Homestay Kebondalem terdiri dari empat kamar tidur, sebuah ruang tamu, ruang makan berikut dapur dan kamar mandi. Pada saat traveling kesini, para blogger traveler khususnya perempuan cukup merasa nyaman, apalagi di pagi hari udaranya sangat sejuk.

Sewaktu makan pagi saya berkesempatan untuk bertanya kepada pemiliknya mengenai bangunan tersebut, Pak Muhammad Kastolani Rosyid mengatakan bahwa konstruksi dari bangunan tersebut kebanyakan dibuat dengan kayu nangka. Khusus untuk bangunan induk, tiang-tiangnya dibikin dari kayu jati. Sebagai atap, sedangkan gentengnya didatangkan langsung dari Kebumen,  dan genteng lokal berkualitas. Jika ingin menginap disini lain waktu Pak Kastolani pun mematok harga 500.000/malam untuk semua bangunan ini.

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (9)

Berikutnya adalah Rumah Keluarga Munawir (Homestay Kemuning) yang letaknya tidak jauh dari Kebon Dalem. Di Home Stay Kemuning inilah saya tinggal bersama dua Travelblogger yang hit lainnya yaitu Om Sinyo (kopertraveler) dan mas Richo Traveling. Rumah yang sebenarnya rumah pribadi dari Pak Haji Munawir ini sangat layak dan bersih untuk ditinggali, Apalagi kamarnya saya terletak dipaling depan waktu itu. yang bersebalahan langsung dengan Langgar atau Mushola. Jadi ketika adzan subuh bisa kedengeran.

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (1)

????????????????????????????????????

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (4)

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (3)

Beberapa fasilitas seperti 3 kamar tidur ( dengan 1 kamar tidur kamarmandi dalam), kasur spring bed, kipas dan kamar mandi yang bersih menjadikan saya teringat rumah mertua saya. Kata Pak Munawir satu kamar disini bisa diisi oleh 2 sampai 3 orang dengan biaya permalamnya 100.000,-

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (5)

Kembali ke Home Stay Kebon Dalem tadi, pagi -pagi setelah kami turun dari bukit Punthuk Setumbu dan Bukit Rhema, kami pun sudah di sediakan sarapan pagi oleh pengelola Home Stay serta diiringi matahari yang begitu hangat di tubuh. Nasi Anget, Sayur Pecel, Sambal Pecel, Mie Goreng dan beberapa lauk seperti Tempe dan Tahu Goreng menemani obrolan pagi kami waktu itu…Hmm yummy sekali  🙂

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (10)

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (11)

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (12)

Desa Wisata Wanurejo Borobudur (13)

Jika teman-teman para pembaca blog ini tau, di sekitaran Home Stay akan sesekali terlihat, penduduk yang melintas memanggul kayu bakar, atau mengusung rumput,  mengembala kambing, mengurus kuda beserta andongnya dan lain sebagainya. Hal inimenunjukkan bahwa suasana pedesaan, kehidupan ekonomi dan sosial asli pedesaan masih sangat kental disini. tertarik untuk berkunjung kesini? mari liburan di Jawa Tengah  🙂

Iklan

17 thoughts on “Selamat Pagi di Desa Wisata Borobudur

    Yuliana said:
    10 Desember 2016 pukul 1:20 PM

    Untuk pesan konsumsi nya per pax harga berapa Mas di Homestay Kebon Salem nya

      mysukmana responded:
      10 Desember 2016 pukul 3:26 PM

      waduh saya kurang tau bu, pastinya…

    Dezca said:
    30 Oktober 2016 pukul 10:41 PM

    Hai, bisa minta kontaknya pak h munawir ga ? Sepertinya saya minat nginep disana, tapi mau pesen dulu .. Hehehehe

      mysukmana responded:
      31 Oktober 2016 pukul 8:58 AM

      ini masnya yang WA saya tadi ya, hehe mohon maap mas, kebetulan kemarin yang ngurus tour guide saya 🙂

    Parahita Satiti said:
    5 September 2016 pukul 4:15 PM

    Ah, jadi kangen sarapan mie goreng disiram bumbu pecel…

      mysukmana responded:
      5 September 2016 pukul 5:17 PM

      wah mbak satiti orang klaten blogger paling rame dan heboh pokoknya hi hi hi, minta disiram bumbu pecel wkwkw

    ndiievania said:
    5 September 2016 pukul 12:54 PM

    Wah seru banget yaa kalo punya kesempatan nginep di home stay gitu. menariikk

      mysukmana responded:
      5 September 2016 pukul 12:58 PM

      pasti seyu banget bu ndiievania 🙂

    BaRTZap said:
    3 September 2016 pukul 10:15 AM

    Sederhana tapi bikin betah ya mas penginapan begini. Bisa sekaligus bergaul dengan warga lokal pula. Ahh aku kangen pecel 🙂

      mysukmana responded:
      3 September 2016 pukul 10:55 AM

      ah laper lagi ya mas..sederhana dan menyatu sama alam mas Bartz

    astutianamudjono said:
    3 September 2016 pukul 6:09 AM

    Om Sukma tulisannya keren beken saya berpaling nih yang rencananya mau traveling ke Kediri atau Banyuwangi.. jadi ingin ke Jateng dulu deh..

      mysukmana responded:
      3 September 2016 pukul 6:12 AM

      Haduh yang ti bisa aja, iya ti..jateng msh bnyk yg blm di eksplore

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s