Penyetan Saripetojo, Pedasnya Menggugah Selera

Posted on Updated on

penyetan-1

#Culinary – “Indonesia memang kaya akan kekhasan kulinernya, salah satunya adalah penyetan“. Pertama kali kenal penyetan dulu ketika di Jogja. Penyetan adalah masakan khas dengan sambal bawang nya yang khas pedasnya, dengan menu pendamping lauk seperti tempe, ayam, ikan lele, ayam maupun Iga.

Minggu kemarin saya di undang oleh salah satu Hotel di Solo untun mencicipi makanan yang baru launching. Tidak bisa dipungkiri para chef berlomba-lomba untuk mengkreasikan menu baru untuk menarik para pecinta kuliner di Hotel ditempat dimana dia bekerja. Apalagi di Indonesia, negeri penuh dengan cita rasa nusantara.

penyetan-2

penyetan-3

Salah satu hotel yang mengundang saya kemarin adalah Swiss Belinn Saripetojo, dengan launching menu penyetannya. Ada tiga menu yang disajikan untuk saya waktu itu, yaitu Penyetan Saripetojo yang terdiri dari Penyetan Buntut Sapi, Penyetan Ayam Kampung dan Penyetan Iga Sapi. Tentunya penasaran kan seperti apa rasanya?

Semua menu tersebut disajikan bersama minuman yang sangat segar, yaitu Nogito dan Purnakawan, sambil menunggu pesanan yang akan disajikan Emping manispun disajikan sebagai menu penunggu dan pendamping main menu tersebut.

penyetan-6

penyetan-7

Penyetan Saripetojo yang terdiri dari Penyetan Buntut Sapi, Penyetan Ayam Kampung dan Penyetan Iga Sapi datang, saya pun mencoba mencicipi satu persatu, tentunya kalau saya habiskan sendiri tidak mungkin habis. Disini saya meminta bantuan mbak Emma salah satu staff hotel tersebut untuk menemani makan siang saya.

penyetan-8

penyetan-8

Hmm..buntut sapi, biasanya menu ini dimasak untuk sop buntut kalau di kota Solo, namun kini berbeda dari biasanya. Buntut sapi tersebut sangat terasa empuk dan pedasnya benar-benar menggugah selera, aroma campuran antara sambal, kapulaga dan bumbu rempah lainnya sangat terasa sekali. Inilah yang membuat buntutnya tidak amis ketika dimakan.

Kalau Penyetan Ayam mungkin bagi saya sudah biasa, karena banyak umum di jual di warung pinggir jalan, tapi yang menjadikan luar biasa dari menu Penyetan Saripetojo adalah aroma rempahnya. Terlebih ketika saya mencicipi Iga Penyetnya, ini bener-bener Iga Sapi yang empuk daging yang membungkus tulang iganya. Rasanya tampak pedas dan gurih.

penyetan-10

penyetan-13

penyetan-11

penyetan-12

Karena ketiga menu tersebut disajikan dengan bumbu yang pedasnya cukup luar biasa, Penyetan Saripetojo juga menyedian ramuannya, yaitu minuman yang telah saya sebutkan tadi diatas, diantaranya adalah Nogito, nogito sendiri sebenarnya beralkhohol, karena ini disajikan di Solo, jadi alkhoholnya di gantikan dengan soda. Lalu yang berikutnya adalah minuman tradisional yaitu Punakawan, Punakawan sendiri adalah minuman campuran antara Susu , Beras Kencur dan Jahe dengan taburan bubuk jahe diatasnya. Cita rasa ini tampak sekali suasana jawanya. TerakhirΒ saya juga memesan lemon squash dan desert buah buahan untuk penyegar dahaga siang itu.

penyetan-14

penyetan-15

Untuk harga, Promo Penyetan Saripetojo di banroll dengan harga masing-masing yaitu : Penyetan Buntut SapiΒ  80K, Penyetan Ayam Kampung Saripetojo 70K dan Iga Sapi Penyet Saripetojo 75K dan untuk minumannya semua 25K. Bagaimana, ingin mencobanya? Delicious taste pokoknya πŸ™‚

BaReLo Swiss BelInn Saropetojo Solo

Iklan

29 thoughts on “Penyetan Saripetojo, Pedasnya Menggugah Selera

    Sandi Iswahyudi said:
    30 November 2016 pukul 6:10 AM

    enak banget mas, hemm.. ngelihat gitu aja udah lapar, suka ma ayam yang dikasih sambal hehe

    Cak Shon said:
    2 November 2016 pukul 6:38 PM

    yen aku pilih lesehan nang pinggir ndalan mas. Jelas merakyat ndak mambu kapitalis hahaha… miris, ngeliat pribumi mung terimo dadi jongos, uang mengalir ke pemilik modal yang tentu saja bule-bule itu :p

      mysukmana responded:
      2 November 2016 pukul 8:44 PM

      hehe..lha iki aku yo mung di undang mas, rejeki yo ra nolak mas hahaha

        Cak Shon said:
        3 November 2016 pukul 12:43 AM

        haha, manteps

    Fubuki Aida said:
    29 Oktober 2016 pukul 9:28 AM

    Enaknyaaa. Penyetan salah satu menu kuliner yang nggak bikin bosen. Kapan2 mungkin perlu nih mampir ke swiss belinn

      mysukmana responded:
      29 Oktober 2016 pukul 11:01 AM

      kudu mampir mbak, nagih pokoknya

    astutianamudjono said:
    29 Oktober 2016 pukul 8:41 AM

    Maknyus dari tampilannya bikin ngeces.. iga penyet.. bayangin bumbunya merasuk dan pedesnya nendang.. es squash memang jadul itu.. termaforit di solo sejak uti masih kecil

      mysukmana responded:
      29 Oktober 2016 pukul 8:43 AM

      iya uti, ini patut di coba, pedesnya super nendang..enak banget…tapi uti jangan banyak2 makan pedes ya hehehe

    Rika Wa said:
    28 Oktober 2016 pukul 7:53 PM

    Penasaran sm minuman punakawannya…
    Dan harganya “wow” karena mingkin d hotel ya..yg pasti ada harga ada rupa….pasti enak tuuuuh…..

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 9:26 PM

      iya rasanya seger dan bikin anget di badan kak Rika πŸ™‚

    helmavania said:
    28 Oktober 2016 pukul 5:40 PM

    Mas, harga nya udah PPn belum? Hahahaha. Pengen nyobain Iga Penyet sama Punokawan nya ihh..

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 9:27 PM

      sudah dong mbak vania πŸ™‚

    winnymarlina said:
    28 Oktober 2016 pukul 4:19 PM

    mau kak πŸ˜€

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 9:27 PM

      sini dong win πŸ™‚

    Agung Rangga said:
    28 Oktober 2016 pukul 4:08 PM

    Itu piringnya unik banget! Bentuknya mirip alas makan dari daun pisang, yang biasanya buat pecel dan sejenisnya! πŸ˜‚

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 9:27 PM

      itu malah mirip tiker lempit kak sebenarnya hehe

    Dita said:
    28 Oktober 2016 pukul 2:09 PM

    hotel sihh yaaa…jadi harganya agak lumayan πŸ˜€
    tapi keliatannya enak tuh

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 2:40 PM

      iya harganya lumayan, tapi memang enak beneran, rasa rempahnya terasa banget..

    shiq4 said:
    28 Oktober 2016 pukul 11:21 AM

    Wah mahal ha ha ha…. Namanya juga makanan di hotel. Beda ama makanan pinggir jalan.

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 11:40 AM

      hehehe..sesekali kan gak papa kak

    Frany Fatmaningrum said:
    28 Oktober 2016 pukul 10:49 AM

    Keren deh mas nya, diundang makan terus. Btw, itu tempat penyajiannya mengingatkan bentuk serok jaman dulu ya.

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 11:09 AM

      iya bu frany, tempatnya dari bambu, klasik jawa dan tradisional banget pokoknya..apalagi penyetan..cocok dan pass

    Dimas Candra Sugiarto said:
    28 Oktober 2016 pukul 10:22 AM

    Wawawawa makan ena ena 😁 itu gaboleh dibungkus bawa pulang gak? πŸ˜…

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 10:27 AM

      yang ayamnya saya bungkus dan bawa pulang kemarin mas heheh

        Dimas Candra Sugiarto said:
        28 Oktober 2016 pukul 10:28 AM

        Lumayan πŸ˜…

    satuaspal.com said:
    28 Oktober 2016 pukul 9:23 AM

    Maem trs

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 9:29 AM

      Supaya sehat mas

    Budi Santoso said:
    28 Oktober 2016 pukul 8:49 AM

    waw, beruntung banget mas diundang buat nyicipi masakan di hotel

      mysukmana responded:
      28 Oktober 2016 pukul 8:54 AM

      hehe..alhamdulillah

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s