Bersyukur

Posted on Updated on

selalu-bersyukur1

#Daily of Mind – “Maka Nikmat Tuhan Manakah Yang  Kamu Dustakan? itulah kata kata yang sering saya lihat di profile BBM maupun avatar teman teman saya. kalimat tersebut tentunya mengingatkan kita semua terutama saya pribadi tentang Bersyukur , Rasa syukur adalah rasa dimana kita bisa dengan Iklhas menerima apa yang sudah Allah berikan kepada kita, seperti nafas , kesehatan dan lain sebagainya. namun dari buku yang pernah saya baca menurut para ahli hadist seperti Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa bersyukur ada tata caranya, dan bagaimana cara bersyukur kepada Allah SWT ? disini Imam Al-Ghazali menjelaskan terdiri terdiri dari empat komponen, yaitu:

Syukur dengan Hati

Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang kita peroleh, baik besar, kecil, banyak maupun sedikit dan ikhlas semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala. didalam Al- Quran Allah berfirman :

“Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah,” (QS. An-Nahl: 53)

Syukur dengan hati dapat mengantar seseorang untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan, betapa pun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini akan melahirkan betapa besarnya kemurahan dan kasih sayang Allah sehingga terucap kalimat pujian kepada-Nya.

Syukur dengan Lisan

Ketika hati kita sangat yakin bahwa segala nikmat yang kita  peroleh bersumber dari Allah, maka spontan kita akan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah). Karenanya, apabila kita memperoleh nikmat dari seseorang, lisannya tetap memuji Allah. Sebab kita yakin dan sadar bahwa orang tersebut hanyalah perantara yang Allah kehendaki untuk “menyampaikan” nikmat itu kepada kita.

“Al” pada kalimat “Alhamdulillah” berfungsi sebagi “istighraq” yang mengandung arti keseluruhan. Sehingga kata alhamdulillah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima pujian adalah Allah S.W.T, bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya. Oleh karena itu, kita harus mengembalikan segala pujian kepada Allah. Pada saat kita memuji seseorang karena kebaikannya, hakikat pujian tersebut harus ditujukan kepada Allah S.W.T. Sebab, Allah adalah Pemilik Segala Kebaikan.

Syukur dengan Perbuatan.

Syukur dengan perbuatan mengandung arti bahwa segala nikmat dan kebaikan yang kita terima harus dipergunakan di jalan yang diridhoi-Allah SWT . Misalnya untuk beribadah kepada Allah, membantu orang lain dari kesulitan, dan perbuatan baik lainnya. Nikmat Allah harus kita pergunakan secara proporsional dan tidak berlebihan untuk berbuat kebaikan terlebih ada tujuan tertentu. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa Allah sangat senang melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya,” (HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr)

Maksud dari hadits diatas adalah bahwa Allah menyukai hamba yang menampakkan dan mengakui segala nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Misalnya:

  • Orang yang kaya hendaknya membagi hartanya untuk zakat, sedekah dan sejenisnya.
  • Orang yang berilmu membagi ilmunya dengan mengajarkannya kepada sesama manusia, memberi nasihat, dsb.

Maksud membagi diatas bukanlah untuk pamer, namun sebagai wujud syukur yang didasaari karena-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur),” (QS. Adh-Dhuha: 11)

Menjaga Nikmat dari Kerusakan.

Ketika nikmat dan karunia kita dapatkan, cobalah untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Setelah itu, usahakan untuk menjaga nikmat itu dari kerusakan. Misalnya: Ketika kita dianugerahi nikmat kesehatan, kewajiban kita adalah menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar agar terhindar dari sakit. Demikian pula dengan halnya dengan nikmat iman dan Islam, kita wajib menjaganya dari “kepunahan” yang disebabkan pengingkaran, pemurtadan dan lemahnya iman.

Untuk itu, kita harus senantiasa memupuk iman dan Islam kita dengan shalat, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis-majelis taklim, berdzikir dan berdoa. Kita pun harus membentengi diri dari perbuatan yang merusak iman seperti munafik, ingkar dan kemungkaran.

Intinya setiap nikmat yang Allah berikan harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Allah S.W.T menjanjikan akan menambah nikmat jika kita pandai bersyukur, seperti pada firmannya:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sungguh adzab-Ku sangat pedih,” (QS. Ibrahim: 7).

“Mungkin Bukan Nikmat Yang Kurang, Tetapi Syukur Yang Terlupakan” 🙂

Iklan

19 thoughts on “Bersyukur

    satriabajahitam.com said:
    19 November 2016 pukul 1:24 PM

    Bentuk bahagia yang sebenarnya adalah rasa syukur atas segala sesuatu; seperti halnya kaya raya, hakikat yang sebenarnya adalah senantiasa merasa cukup atas apapun pemberian. 😀

    “Bersyukurlah, maka Aku tambah.” (QS. Ibrahim: 7)

      mysukmana responded:
      19 November 2016 pukul 2:55 PM

      Mantepppp broo

    Frany Fatmaningrum said:
    15 November 2016 pukul 3:35 PM

    Setuju. Jangan kufur nikmat *selfreminder

    febridwicahya said:
    15 November 2016 pukul 11:30 AM

    Alhamdulillah 🙂 mari bersama-sama kita lebih bersyukur dengan hidup yang telah kita punya dan nikmati :’)

      mysukmana responded:
      15 November 2016 pukul 11:32 AM

      harus itu mas febri 🙂 makin bahagia ntar, inshaAllah

    Mase said:
    15 November 2016 pukul 9:43 AM

    Alhamdulillah

      mysukmana responded:
      15 November 2016 pukul 9:44 AM

      Wasyukurillah mase

    tuaffi said:
    15 November 2016 pukul 7:26 AM

    sepakat mas.. seringkali nikmatnya melimpah- limpah tapi masih kurang terus. 😦 dasar manusia.
    terimakasih sudah mengingatkan, mas… 🙂

      mysukmana responded:
      15 November 2016 pukul 7:44 AM

      Sama sama mbak tuaffi

    sinyonyanyablak said:
    15 November 2016 pukul 6:24 AM

    Iya, manusia mah emang gada puasnya, ada aja yang kurang. Emang mesti banyak2 bersyukur kan biar nikmatnya nambah, jd klo punya istri cuma satu bersyukurlah, insya Alloh nambah.. hahahaha

    nambah nikmatnya maksudnya 😆😆

      mysukmana responded:
      15 November 2016 pukul 7:26 AM

      hmm..mbaknya mau dimadu? hahaha

        sinyonyanyablak said:
        15 November 2016 pukul 8:09 AM

        Aku rela dimadu, asal dia rela ku racun~ 😆😆

          mysukmana responded:
          15 November 2016 pukul 11:42 AM

          sadissss bener 🙂

    mas bro said:
    15 November 2016 pukul 6:03 AM

    Alhamdulillah…..🙏

    Hengki said:
    10 Juni 2015 pukul 1:32 PM

    Benar sekali, mas. Sudah merasakan manfaatnya bersyukur. Memang benar ditambahkan :’) Walaupun yang dimiliki adalah sesuatu hal yang kecil. Manfaatnya bahkan sangat lebih besar. Semoga saya nanti sampai akhir hayat masih ingat mensyukuri hal-hal kecil yang akan didapat nanti.

    kekekenanga said:
    9 Juni 2015 pukul 3:58 PM

    sebesar apapun yang didapat tanpa adanya rasa syukur pasti akan selalu merasa kurang

      mysukmana responded:
      9 Juni 2015 pukul 4:01 PM

      Nah loh..makanya dsyukuri keke..

    sikiky said:
    8 Juni 2015 pukul 10:02 AM

    Your last three paragraphs “jleb” banget!! Thank you for reminding us!

      mysukmana responded:
      8 Juni 2015 pukul 1:54 PM

      Hehe..selalu alhamdulillah pokoknya bu

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s