Tari Barong Peformance di Denpasar

Posted on Updated on

tari-barong-bali-9

#Travel dan Photography – “Perkelahain akan terus berlangsung abadi antara Kebajikan dan Kebatilan seperti cerita di Tarian Barong dan Keris”. Begitulah kisah tarian barong ketika saya berkunjung ke Bali. Tarian Barong menggambarkan pertarungan antara Kebajikan dan Kebatilan ini, sama seperti yang sedang di alami Negara kita Republik Indonesia, eh…Oke saya mau cerita saja tentang tari Barong yang di persembahkan oleh Stage Uma Dewi Denpasar Bali.

tari-barong-bali-32

Singkat saja ceritanya, Barong adalah mahluk mithologi yang menggambarkan Kebajikan, sedangkan Rangda adalah yang maha dasyat menggambarkan Kebatilan. Pada awal pembukaan tarian ini di sambut dengan music gamelan khas Bali, lalu menceritakan tentang Barong dan Kera yang sedang berada di Hutan yang lebat. Datanglah tiga orang bertopeng yang suka membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Tak lama kemudian mereka bertemu dengan Kera dan akhirnya berkelahi.

tari-barong-bali-22

tari-barong-bali-21

tari-barong-bali-15

tari-barong-bali-13

tari-barong-bali-12

Selanjutnya datanglah dua penari muncul yang merupakan pengikut-pengikut rangda yang sedang mencari para pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan menuju patihnya. Lalu para pengikut Dewi Kunti tiba dan salah satu pengikut Rangda berubah menjadi setan dan memasukkan roh jahat kepada para pengukut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka menjadi marah. FYI saja nih : Ketika melihat ini memang sedikit drama pada awalnya, namun Tari Barong dan keris ini di sajikan ada sedikit bumbu humornya, sehingga supaya para penonton tidak merasa bosan.

tari-barong-bali-5

tari-barong-bali-25

tari-barong-bali-27

tari-barong-bali-14

tari-barong-bali-6

tari-barong-bali-11

Cerita selanjutnya Munculah Dewi Kunti beserta anaknya untuk menyerahkan Sahadewa kepada Rangda sebagai tumbal meskipun Dewi Kunti tidak sampai hati untuk mengorbankannya. Taklama kemudian setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya, sehingga Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya, serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Sang Patih pun ternyata tak luput kemasukkan roh jahat oleh setan, sehingga ia membuang Sahadewa ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana sang Rangda.

tari-barong-bali-10

tari-barong-bali-34
tari-barong-bali-8

tari-barong-bali-30

tari-barong-bali-7

Pada adegan berikutnya diceritakan bahwa Dewa Siwa turun ke bumi dan memberikan keabadian kepada Sahadewa. Rangda menyerah kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan, sehingga Rangda bisa masuk surga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan Sang Rangda pun masuk surga.

Datanglah Kalika seorang pengikut Rangda. Ia menghadap Sahadewa. Akan tetapi, rupanya terjadi penolakan. Penolakan ini menimbulkan perkelahian. Dalam perkelahian itu, Kalika berubaha menjadi babi hutan. Walaupun dalam perkelahian itu Kalika berubah menjadi babi hutan, Sahadewa tetap dapat mengalahkan Kalika. Lalu, Kalika berubah menjadi burung dan kembali melawan Sahadewa. Sekali lagi Shadewa dapat mengalahkan Kalika.


tari-barong-bali-4
tari-barong-bali-29

tari-barong-bali-18

tari-barong-bali-26

Setelah berubah menjadi burung dan tetap kalah, akhirnya Kalika berubah menjadi Rangda. Karena Rangda sangat sakti, Sahadewa tidak dapat membunhnya. Sahadewa memutuskan untuk berubah menjadi Barong. Kesaktian Barong sama kuatnya dengan Rangda, sehingga tidak ada yang menang dan tidak ada pula yang kalah.

tari-barong-bali-28

tari-barong-bali-24

tari-barong-bali-17

tari-barong-bali-23

tari-barong-bali-20

tari-barong-bali-33

tari-barong-bali-19
tari-barong-bali-16

Namun, perkelahian antara Barong (kebaikan) dan Rangda (kebatilan) terus berlangsung hingga sekarang. Hanya saja wujudnya tidak lagi seperti Barong dan Rangda. Wujud perkelahian ini adalah “kebaikan” dan “kebatilan/kejahatan”. Kemudian, muncul para pengikut Barong, masing-masing membawa keris. Maksud kedatangan mereka adalah untuk membantu Barong melawan Rangda. Akan tetapi, ternyata pasukan keris ini tidak ada yang berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

tari-barong-bali-3

Setelah semuanya Selesai, para penonton langsung ingin berfoto bersama sama para aktor dan aktris pemain drama di Bali Budaya Stage Uma Dewi tersebut termasuk Istri saya . Dari adegan tersebut yang saya suka adalah liat tarian mbak-mbaknya itu lho, kok matanya bisa melolo asik begitu 😀

Bali Budaya “Stage Uma Dewi”

  • Waribang No 21. Kesiman, Denpasar, Bali
  • Telp/fax (0361)224265 HP : 08123866672)
Iklan

24 thoughts on “Tari Barong Peformance di Denpasar

    adelinatampubolon said:
    21 Desember 2016 pukul 4:59 PM

    Paling senang nonton pertunjukan seni di Bali, nuansa nya hidup dan feelnya dapat bangat. Sempat nonton tari kecak juga kemaren, dan langsung merinding saking bagusnya.

      mysukmana responded:
      21 Desember 2016 pukul 5:43 PM

      aku aja pengen kesana lagi

    selamat hari ibu said:
    21 Desember 2016 pukul 4:51 PM

    Ah jadi pengen nontonin langsung nih

      mysukmana responded:
      27 Desember 2016 pukul 6:05 AM

      kamu kudu ke bali buat nonton beginian kak

    Liza Fathia said:
    21 Desember 2016 pukul 6:49 AM

    Aku yang pernah lihat langsung itu tari jange, benar ga ya tulisannya. Suka banget dengan lirikan mata penari perempuannya dan goyangan kepala mereka

      mysukmana responded:
      21 Desember 2016 pukul 8:49 AM

      wah ak kurang ngeh, bahasanya pake bahasa bali soalnya..iya lirikan matanya menarik hati mbak, halah…hahah

    cumilebay.com said:
    21 Desember 2016 pukul 5:09 AM

    Dulu aku nonton th 1999 di uluwatu dan setelah itu ngak pernah lagi hehehe

    winnymarlina said:
    20 Desember 2016 pukul 2:53 PM

    belum pernah lihat tari barong langsung 😦

      mysukmana responded:
      27 Desember 2016 pukul 6:06 AM

      masa sih winny blm pernah liat..padahal udah keliline indonesia

    Aji Sukma said:
    20 Desember 2016 pukul 8:54 AM

    Slalu terkesan tiap nonton tarian Bali. Keren ya 😍😍😍

    helmavania said:
    19 Desember 2016 pukul 8:38 PM

    Kangen nonton Tari Barong jadi nya 😦

    Gara said:
    19 Desember 2016 pukul 4:50 PM

    Wah, Kidung Sudamala. Ngomong-ngomong untuk pertunjukan dengan segmen wisatawan seperti ini, bahasa yang dipakai bahasa Bali atau dimodif jadi bahasa Indonesia, Mas? Saya biasanya nonton yang di pura-pura yang tentu saja pakai bahasa Bali, jadinya kurang mengerti… padahal kalau pakai bahasa Indonesia saya bisa kenal dengan cukup cepat kalau lakonnya Sudamala, hehe.

      mysukmana responded:
      19 Desember 2016 pukul 5:37 PM

      pakai bahasa bali mas, tapi opening dan penutup indonesia campur bali

        Gara said:
        20 Desember 2016 pukul 6:38 PM

        Hoo, sip… mudah-mudahan penonton bisa mengikuti dan menangkap maknanya dengan baik, hehe.

    Frany Fatmaningrum said:
    19 Desember 2016 pukul 1:16 PM

    Toss. Sama2 abis dari Bali.

      mysukmana responded:
      19 Desember 2016 pukul 5:37 PM

      tos tangan kanan dan kiri bu

    Suci Su said:
    19 Desember 2016 pukul 12:49 PM

    Baguss 💕

      mysukmana responded:
      19 Desember 2016 pukul 5:38 PM

      very good performance

    Fubuki Aida said:
    19 Desember 2016 pukul 9:47 AM

    Seriusan aku kangen bali jadinya. Huhu

      mysukmana responded:
      19 Desember 2016 pukul 5:38 PM

      semoga dapat tiket ke Bali

    alaniadita said:
    19 Desember 2016 pukul 9:17 AM

    Ini seru, yaaaa!

      mysukmana responded:
      19 Desember 2016 pukul 5:38 PM

      pake banget..

    Ana Ike said:
    19 Desember 2016 pukul 8:53 AM

    Jadi kangen Bali 😍 Kudu nabung buat kesana lagi. Dulu cuma foto sama barongnya, nggak sama penarinya 😂

      mysukmana responded:
      19 Desember 2016 pukul 5:39 PM

      langsung cuzz sama penarinya yang geulis2

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s