Jalan Jalan Ke Baluwarti, Kampung Wisata Asal Usul Kota Solo

Posted on Updated on

baluwarti-6

#Travel – “Peninggalan akan selalu abadi, serta mempunyai cerita tersendiri diantara kehidupan sekarang”. Langkah saya menuju suatu perkampungan yang berada disudut Keraton Surakarta. Salah satu nama kampung yang berada di kawasan Keraton Surakarta adalah “Baluwarti”. Bersama guide yang menceritakan sejarahnya bersama saya dan rombongan. Baluwarti berasal dari bahasa Portugis yaitu “Baluarte” yang berarti Bentang.

baluwarti-4

baluwarti-2

baluwarti-5

Pertama kali yang saya lihat adalah ketika memasuki gang kampung Baluwarti adalah patung-patung hindu yang berada di sisi tembok yang dibelakangnya terdapat pura untuk peribadatan umat hindu yang masih digunakan sampai sekarang. Patung dan Pura tersebut merupakan salah satu peninggalan dahulu sebelum menjadi mataram islam.

baluwarti-3

baluwarti-8

baluwarti-9

baluwarti-11

baluwarti-10
baluwarti-7
baluwarti-12

baluwarti-13

baluwarti-14

Di setiap sisi kampung Baluwarti dikelilingi tembok besar komplek Keraton Surakarta dengan tembok setebal 2 meter dan tinggi 6 meter. Saya membayangkan begitu hebatnya orang-orang jaman dahulu bisa membuat benteng sebesar ini untuk melindungi dan mengawasi Belanda waktu itu.

Di Komplek bangunan inilah para pangeran, kerabat, abdi dalem tinggal. Baluwarti yang saya kunjungi kini menjadi sebuath kampung wisata budaya di Surakarta. Di dalam kampung Baluwarti selain terdapat Pura, Masjid, Rumah penduduk juga terdapat makam kyai Sala dan Rumah Pangeran yang menjadi icon tersendiri di Kampung Baluwarti.

baluwarti-15

baluwarti-16

baluwarti-17

baluwarti-18

Ki Gede Sala, tokoh pendiri cikal bakal Kota Solo. Menurut sejarah, beliaulah yang menpunyai tanah atas Keraton Surakarta dulunya. Ditempat yang sederhana, di tengah kampung Mloyokusuman, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon. Di kompleks itulah, Ki Gede Sala, tokoh pendiri cikal bakal Kota Solo dimakamkan.

Kompleks makam Ki Gede Sala, selain Makam Ki Gede Sala, di pemakaman ini terdapat pula makam dua kerabatnya, yakni makam Kyai Carang dan Nyai Sumedang yang dimakamkan bersebelahan dengan Pendiri cikal bakal kota Solo tersebut. Makanya kenapa Surakarta disebut juga dengan Sala atau Solo. Tak lama kemudian langkah kaki saya menuju ke belakang komplek makan Kyai Solo, dibalik pintu terdapat rumah dengan halaman yang cukup luas. Rumah tersebut merupakang rumah pangeran atau Ndalem Mloyokusuman.

baluwarti-19

baluwarti-20
baluwarti-22

baluwarti-25

baluwarti-21

baluwarti-26

baluwarti-23

baluwarti-24

baluwarti-28

baluwarti-27

Menurut sejarajnya rumah tradisional itu dibangun di tanah seluas 6.666 meter persegi seperti jumlah ayat dalam kitab suci Alquran. Konon, tanah itu dibeli oleh Paku Buwono (PB) II pada 1745 seharga 10.000 keping emas.  Bisa bayangkan kan kayanya keluarga Keraton?. Rumah ini kini sudah berusia sekitar lebih dari 250 tahun. Disinilah destinasi terakhir ketika saya berkunjung di Kampung Baluwarti Solo, Ayo DolanKe Solo 🙂

Iklan

34 thoughts on “Jalan Jalan Ke Baluwarti, Kampung Wisata Asal Usul Kota Solo

    Ulfarick said:
    6 Januari 2017 pukul 8:32 AM

    Kesolo cuma lewat aja waktu mau kejogja dari semarang, itu ngomong” keratonnya masih ditempatin mas? Atau buat wisata aja??

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:06 AM

      keraton masih ditempatin sama abdi dalem dan raja..untuk wusata buka dari jam 8-15 kak Ulfa..kapan kapan mampir saja di Solo

    BaRTZap said:
    6 Januari 2017 pukul 7:34 AM

    Wah menarik banget nih, baru tau saya kalau ada kampung wisata asal usul kota Solo di sekitar Keraton Kasunanan. Saya masukkan ke dalam daftar seandainya nanti main ke Solo lagi mas. Btw, guide ke Baluwarti nya bisa sewa dimana mas?

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:07 AM

      Guidenya temen saya mas, namanya mas Fendy..bsk kontak2 aja kalau ke Solo

        BaRTZap said:
        7 Januari 2017 pukul 7:45 AM

        Wah asik, kebetulan kalau begitu. Nanti kalau ada rencana ke Solo aku kontak dirimu ya mas. Matursuwun in advance 😀

    Lois said:
    6 Januari 2017 pukul 5:53 AM

    Baru tahu Baluwarti itu berasal dari kata Portugis, saya kira bahasa Jawa asli. Khas sekali bangunan dan pemandangannya. Suka sekali melihat pohon beringin, walau banyak orang bilang beringin itu ‘wingit’, tapi menurut saya justru memberi kesan agung, asri dan damai.

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:08 AM

      iya kak Lois, iya banyak yang bilang ringin terkenal angker, tapi keliatah sangar ya..apalagi kalau di klaten ada umbul manten yang digunakan sebagai wisata air dengan pohon beringin di samping2nya..

    Nadia Stephanie said:
    5 Januari 2017 pukul 4:18 PM

    Serem suasananya, mas..

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:09 AM

      apalagi waktu saya kesana cuaca radha mendung..jadi gimana gitu

    Frany Fatmaningrum said:
    5 Januari 2017 pukul 3:40 PM

    Dari foto2nya mistis gitu ya tempatnya

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:09 AM

      Mistikus Cinta Bu :))

    jampang said:
    5 Januari 2017 pukul 2:29 PM

    waktu ke solo nggak pernah denger nama tempat ini 😦

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:10 AM

      sekarang mas jampang jadi denger kan..dan wajib untuk mengunjunginya kalau ada kesempatan kesini lagi mas

    rangtalu said:
    5 Januari 2017 pukul 11:11 AM

    Beberapa waktu lalu saya ke Solo tapi belum tahu tentang Baluwarti.

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:11 AM

      letaknya bersebelahan dengan kraton, cuma orang atau wisatawan yang jarang tau..

    cinta1668 said:
    5 Januari 2017 pukul 11:11 AM

    seumur-umur Cinta blm prnah ke Solo…kdgkala ada perasaan pngin ksana 😊

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:11 AM

      cinta harus main kesolo biar semakin cinta sama solo dan Indonesia 😀

        cinta1668 said:
        6 Januari 2017 pukul 12:29 PM

        iya spertinya memang hrs bgtu mas…smga sgra ada ksempatan utk ksana, aamiin 😇

    TPA Tahfidz Masjid Al-Muhtadin said:
    5 Januari 2017 pukul 10:05 AM

    Jadi lebih banyak tahu tentang Kota Solo. Makasih banyak nggih… suka sekali dengan bangunan model lama gitu.

      mysukmana responded:
      6 Januari 2017 pukul 9:12 AM

      sama sama ustad/ustadzah..Solo memang punya sejarah tersendiri, bahkan untuk mataram islam..

    Novita Rosyida Hilmi said:
    5 Januari 2017 pukul 8:40 AM

    wahhhh, pengen mampirr, dulu ga sempet. baru denger namanya aja. nice info mas, semoga waktu 2 hari cukup untuk ngajak temen2 jalan hehhehe

      mysukmana responded:
      5 Januari 2017 pukul 9:02 AM

      seperinya bau baunya mau ke Solo ya 🙂

    shiq4 said:
    5 Januari 2017 pukul 8:11 AM

    Wah klo udah 200 an tahun harus dilestarikan. Ini bagian dari sejarah kita.

      mysukmana responded:
      5 Januari 2017 pukul 9:02 AM

      iya mas memang kudu dilestarikan nih..dan sampai sekarang alhamdulillah masih di rawat

    Ardian Kusuma said:
    5 Januari 2017 pukul 7:59 AM

    Kampungnya terkesan bersih ya mas..

      mysukmana responded:
      5 Januari 2017 pukul 8:43 AM

      yoi mas bro, milik keluarga keratin

    winnymarlina said:
    5 Januari 2017 pukul 7:59 AM

    patung-patung hindu nya mirip yang di nara kak 🙂

      mysukmana responded:
      5 Januari 2017 pukul 9:02 AM

      nara itu mana kak winny

    winnymarlina said:
    5 Januari 2017 pukul 7:58 AM

    patung-patung hindu nya mirip yang di nara kak

      mysukmana responded:
      5 Januari 2017 pukul 8:41 AM

      Nara itu mana kak, saya blm pernah kesana sist

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s