Jejak Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong

Posted on Updated on

sam-poo-koong-18

#Travel – “Penjelajah selalu meninggalkan jejak dan kenangan bagi tempat-tempat yang pernah dikunjunginya”, Sam Po Kong merupakan salah satu sejarah Islam masa lalu dari negeri Tiongkok yang saya kunjungi. Masjid yang kini berubah menjadi sebuah Klenteng ini merupakan petilasan atau bekas persinggahan seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yaitu Cheng Ho.

sam-poo-koong-28

sam-poo-koong-29

sam-poo-koong-20

Ini adalah pertama kalinya saya melakukan kunjungan di Klenteng yang terletak di kawasan Simongan Semarang. Bekas petilasan ini konon terdapat tanda berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan bonerbunyi “marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an” menurut sumber yang saya dapat dari Wikipedia.

Namun ketika saya kesana, sebenarnya sedikit kecewa, sebagai seorang muslim berharap ada Masjid di wilayah tersebut untuk sholat Ashar waktu itu, akan tetapi kata beberapa petugas ternyata Masjid tersebut kini berubah menjadi Klenteng. Saat ini tempat tersebut dijadikan tempat peringatan atau bersembahyang serta ziarah bagi agama Kong Hucu yang mendominasi orang-orang China.

sam-poo-koong-26

sam-poo-koong-27

 

sam-poo-koong-19

sam-poo-koong-16

 

sam-poo-koong-3

sam-poo-koong-2

 


sam-poo-koong-6

sam-poo-koong-7

Meskipun Lksamana Cheng Ho adalah seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka orang-orang Kong Hu Cu.

sam-poo-koong-24

sam-poo-koong-12

sam-poo-koong-4

sam-poo-koong-8

sam-poo-koong-23

sam-poo-koong-5

sam-poo-koong-10

sam-poo-koong-11

sam-poo-koong-13

 

sam-poo-koong-15

sam-poo-koong-17

sam-poo-koong-21

sam-poo-koong-22

sam-poo-koong-14

sam-poo-koong-25

sam-poo-koong-1

Beberapa spot menarik bisa saya dapatkan disini untuk mendapatkan pemandangan yang benar-benar seperti berada di China. Banyak juga para fotografer yang saya temui disana mengabadikan bangunan kuno tersebut. Jadi tidak ada salahnya kalau ke Klenteng Sam Po Kong hanya untuk tau sejarah peradaban Islam dari China. Bagaimanapun juga Klenteng ini merupakan bagian dari sejarah Islam yang ada di Indonesia. Yuk mari jalan-jalan 🙂

Iklan

54 thoughts on “Jejak Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong

    audhina said:
    23 Januari 2017 pukul 7:43 AM

    jadi ngingetin, ini udah mau libur imlek, ya.😁
    jadi pengin jalan-jalan juga

    Titik Asa said:
    22 Januari 2017 pukul 7:32 PM

    Ah jadi ingat saat mengunjungi klenteng Sam Poo Kong ini, saat saya keluyuran di Semarang sehari menjelang saya nonton Loenpia Jazz.
    Wuih benar-benar udara panas menyengat saat saya di kuil ini.

    Salam,

    Ratna L said:
    20 Januari 2017 pukul 2:57 PM

    Berasa liat foto di china, aslinya mah di semarang hehe.. nice trip

    omnduut said:
    19 Januari 2017 pukul 9:42 AM

    Di Palembang ada masjid Cheng Ho, sayangnya desainnya biasa banget, hanya ada ornamen/desain tiongkok sedikit. Dulu pernah terima poscard bergambar Sam Poo Kong ini, duh kalo dibandingin jauh banget bedanya.

    indrijuwono said:
    19 Januari 2017 pukul 7:03 AM

    Hwaaa, ini tempat favoritku di Semarang sejak kecil. Dulu kalau sore-sore suka main ke sini sama ayah. Setelah lama meninggalkan Semarang, ternyata kangen juga dengan area ini, jadi kadang menyempatkan diri untuk main. Blum pernah nulis khusus tentang ini sih, jadi yuk marii semoga berhasil, lalala :p

    cumilebay.com said:
    18 Januari 2017 pukul 11:49 AM

    Aku datang kesini panas nya minta ampun dan ngak ada angin sama sekali, jadi cuman masuh 5 menit trus aku pulang #NgakSangup

      mysukmana responded:
      18 Januari 2017 pukul 12:21 PM

      emang ada kompornya ya..kak :))

    EgiyantinaNS said:
    17 Januari 2017 pukul 8:51 PM

    Aku belum pernah ke semarang, aku masukin ini ke wish list dulu aaah. Meriah yaaa merah semua 😁😁😁

      mysukmana responded:
      17 Januari 2017 pukul 8:55 PM

      iya kak, kalau saya kesemarang dulu sering lewat..kendal – semarang – solo 🙂

        EgiyantinaNS said:
        17 Januari 2017 pukul 8:56 PM

        Duh si mas manggilnya kakak 😁😁

          mysukmana responded:
          17 Januari 2017 pukul 8:58 PM

          lah gpp kn 🙂

            EgiyantinaNS said:
            18 Januari 2017 pukul 8:56 AM

            Berasa kakak kakak bgt hahahaha

              mysukmana responded:
              18 Januari 2017 pukul 12:19 PM

              yoi mbak nek nu

                EgiyantinaNS said:
                18 Januari 2017 pukul 12:24 PM

                Mba is better hahaha *ribetbgtyagw 😁

                  mysukmana responded:
                  18 Januari 2017 pukul 12:24 PM

                  hedeh…mbakkkk

    Ceritaeka said:
    17 Januari 2017 pukul 3:25 PM

    Aku belom nulis soal Sam Poo Kong secara khusus >.<

      mysukmana responded:
      17 Januari 2017 pukul 5:51 PM

      ayo kak tulis..aku tunggu hehehe

    adelinatampubolon said:
    17 Januari 2017 pukul 1:10 PM

    Imlek nanti pasti Semarang dan Klenteng Sam Poo Kong ramai bangat yach.

    Andik Taufiq said:
    17 Januari 2017 pukul 4:45 AM

    Dari dulu cuman bisa ngiler lihat foto-fotonya temen-temen. Semoga kapan-kapan bisa ke sana.

    ajheris said:
    16 Januari 2017 pukul 11:56 PM

    Unik ya. Dr mesjid berubah menjadi klenteng

    Sheika Rauf said:
    16 Januari 2017 pukul 1:33 PM

    Masjid Cheng Ho salah satunya ada di Surabaya mas. Aku pernah ke sana. Kereeen

    andinormas said:
    16 Januari 2017 pukul 12:44 PM

    Saya baru tau kalo itu dulunya masjid.. dulu padahal kuliah di semarang tapi blm pernah kesana.. 😭😭😭

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 1:08 PM

      iya..dulunya masjid, secara cheng ho muslim..

    ardiantoyugo said:
    16 Januari 2017 pukul 12:32 PM

    suasananya syahdu… :mrgreen:

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 12:34 PM

      iya mas..apalgi pas mendung waktu saya kesana

        ardiantoyugo said:
        16 Januari 2017 pukul 1:46 PM

        kapan kapan kesana lagi ah… sekalian borong bandeng presto… hahaa… :mrgreen:

          mysukmana responded:
          16 Januari 2017 pukul 1:48 PM

          bener mas bandeng presto semarang tiada duanya

    Iwan Tantomi said:
    16 Januari 2017 pukul 12:22 PM

    Wah lampionnnya banyak

      Iwan Tantomi said:
      16 Januari 2017 pukul 12:26 PM

      Eh, ada musala kok mas di dekat kamar mandi dekat gerbang masuk.

        mysukmana responded:
        16 Januari 2017 pukul 1:08 PM

        iya aku gak tau mas, soalnya dapat parkir pas deket patungnya..penuh waktu disana

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 1:08 PM

      iyo mas apalagi mau imlek

    Kisah Foto said:
    16 Januari 2017 pukul 10:38 AM

    Belum pernah ke sini Om… Jarang banget ke Semarang 😀

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 10:39 AM

      besok kalau kesemarang ngajak pacar om biar gak galau :))

    Novita Rosyida Hilmi said:
    16 Januari 2017 pukul 9:56 AM

    aku pas kesana lagi rame pada ibadah di klentengnya, jd ga boleh berisik, hahaha.

    trus ada tuh sewa baju sama properti chinese buat foto2, bagusss juga buat yang pengen jd cici’ sehariii, hihi

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 10:00 AM

      kalau cewek cici, terus kalau cowok apa kak novita?

    Fubuki Aida said:
    16 Januari 2017 pukul 9:39 AM

    Belum pernah kemari. Kapan-kapan tak coba mampir ahh

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 9:43 AM

      traveler sejati kudu mampir kak

    Muthmainnah Yuria said:
    16 Januari 2017 pukul 9:02 AM

    Di purwokerto jg ada di samping pasar wage

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 9:44 AM

      punya cheng ho juga mak?

    Hendi Setiyanto said:
    16 Januari 2017 pukul 8:56 AM

    di purbalingga, kabupaten tetangga juga ada, tapi dalam bentuk masjid, namanya masjid cheng ho. belum pernah mampir dan sholat di sana sih tapi sering lewat heheh

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 9:44 AM

      wah namanya apa mas hendi, ditulis dong..

        Hendi Setiyanto said:
        16 Januari 2017 pukul 2:06 PM

        iya ya, lupa mampir jadi mau nulis ya kurang materinya

      delinarahayu said:
      16 Januari 2017 pukul 11:31 AM

      Di SUB juga ada masjid cheng ho. Dan aku pernah solat di sana, pas tarawih. Cukup rame karna masjidnya tergolong gede. Terus arsitekturnya juga agak cina2 gitu. Tapi terharu juga ada orang seperti Cheng ho yg dari non muslim menjadi muslim sampai punya masjid dimana2. Oh iya, masjid cheng ho di sini juga ada tempat bagi para non muslim yg mualaf belajar ttg islam lho

      *wah komennya kepanjangan

        Hendi Setiyanto said:
        16 Januari 2017 pukul 2:08 PM

        gpp..sepertinya memang mirip walau dibangun duluan di SBY keknya

    astutianamudjono said:
    16 Januari 2017 pukul 8:48 AM

    Pas banget momentnya jelang imlek yg merah 2 itu memang keren ya
    Uti punya draf klenteng di Penang dgn dewi kuam Im jg lom sempat posting..

    Gara said:
    16 Januari 2017 pukul 8:41 AM

    Wah saya baru tahu kalau di sana dulunya masjid namun diubah jadi klenteng. Saya pikir memang dari awal sudah klenteng, hehe. Dulu sempat ke sana dan foto-foto dengan kostum Tionghoa, seru juga. Baca ini jadi kepengin balik lagi deh, kabarnya di sana juga ada spot gua tersembunyi yang kaya peninggalan…

      arintaadiningtyas said:
      16 Januari 2017 pukul 9:38 AM

      Idem dengan komen di atas..hihi.. Beberapa kali ke Semarang tapi belum kesampaian kesini. Next mesti dijadwalkan ah..

        mysukmana responded:
        16 Januari 2017 pukul 9:41 AM

        kalau kesini pasti berasa di China..

      mysukmana responded:
      16 Januari 2017 pukul 9:45 AM

      iya mas katanya dulunya masjid..foto foto disini emang asik ya ..kayak dinasti gitu

        Gara said:
        16 Januari 2017 pukul 9:50 AM

        Iya, bisa gaya macam pangeran Tiongkok juga haha.

          mysukmana responded:
          16 Januari 2017 pukul 9:51 AM

          kamu cheng ho berarti ya wkwkw

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s