Wisata Banjir Kanal, Semarang (Girli)

Posted on Updated on

wisata-banjir-kanal-2

#Travel – “Bantaran sungai yang tertata rapi, akan menjadi tempat nongkrong yang indah bagi pengunjungnya”. Liburan awal tahun 2017, Saya bersama keluarga punya kesempatan untuk ke Kota Atlas yaitu Semarang.  Tujuan awalnya sih ngantar kakak ipar main kerumah temennya. Setelah muter-muter akhirnya melewati sungai yang pinggirnya sedang direnovasi dan banyak orang mancing. Wah sepertinya menarik nih, apalagi sungainya cukup besar dan dipinggir sungai tersebut terdapat beberapa taman.

wisata-banjir-kanal-3

wisata-banjir-kanal-4

Setelah memarkirkan mobil dan Tanya-tanya dengan para pekerja yang sedang membangun sebagian taman pinggir sungai itu, ternyata sungai ini akan dibuat Wisata Girli (wisata pinggir kali). Menurut pekerja setempat, wisata pinggir kali ini merupakan Kanal Banjir Barat yang telah selesai di revitilsasi beberapa tahun lalu. Kanal Banjir merupakan sungai terpanjang di kota Semarang. Dulu pinggir sungai ini seperti padang rerumputan liar yang lebat dan beberapa ditumbuhi ilalang katanya.

wisata-banjir-kanal-5

wisata-banjir-kanal-6

wisata-banjir-kanal-7

Namun sekarang ketika saya berkunjung sungai ini, bantaran sungai ditata menjadi sebuah taman dengan jalur pedestrian dan sangat cocok untuk area nongkrong yang cukup nyaman.  Meskipun belum jadi, Beberapa Keadaan di sekitar sungai ini terlihat bersih dan rapi, sehingga anak muda sangat senang berkunjung ke sini.

wisata-banjir-kanal-1

wisata-banjir-kanal

Ketika siang hari saya dan keluarga berkunjung ke sungai ini, banyak orang yang sedang memancing di dekat pintu sungai. Entah apa dipikiran mereka bisa-bisanya mancing disiang bolong di tengah-tengah sungai. Selain itu kata orang sekitar, di sini juga sering diadakan Festival Banjir Kanal Barat, antara lain dengan karnaval perahu hias dan lampion yang selalu ramai dengan kedatangan pengunjung. Sayangnya pas kesana datangnya siang hari dan tidak ada event, jadi ya suasana kurang greget :D, oh iya foto paling bawah ini saya comot dari dotsemarang, soalnya waktu itu mau ambil gambar bagian taman lagi males, jauh jalannya 😀

Iklan

29 thoughts on “Wisata Banjir Kanal, Semarang (Girli)

    Johanes Anggoro said:
    6 Februari 2017 pukul 9:41 AM

    kalau malam disitu gelap mas. maksudnya penerangannya kurang, jadi di salah gunakan sama anak-anak muda untuk berpacaran :3

    BaRTZap said:
    5 Februari 2017 pukul 2:25 AM

    Wajah Banjir Kanal Semarang memang jauh berubah. Dulu waktu masih kecil saya kebetulan pernah tinggal di Semarang, dan kalau lewat daerah ini rasanya serem. Takut ada buaya atau terseret air. Disamping memang banyak tumbuhan liar di sekitarnya yang tidak tertata. Tapi sekarang beda, jadi rapi dan menyenangkan. Ah jadi kangen Semarang nih 🙂

      mysukmana responded:
      6 Februari 2017 pukul 8:31 AM

      kamu harus pulang kampung mas..ora kangen karo semarang tho mas bro..

        BaRTZap said:
        7 Februari 2017 pukul 6:29 AM

        Inggih mas, insya Allah bulan ini 🙂

    richotraveling said:
    3 Februari 2017 pukul 7:27 PM

    Makin bersih aja nih, moga jd panutan yah!

    Ikrom Zain said:
    3 Februari 2017 pukul 2:27 PM

    sungainya bersih, tapi semarang sering banjir ya klo gak salah, apalagi di stasiunnya

    Astin Astanti said:
    2 Februari 2017 pukul 8:42 PM

    aku pernah tinggal di Semarang, tapi belum pernah ke sini

      mysukmana responded:
      3 Februari 2017 pukul 8:51 AM

      mungkin bukan daerah sini yang kak Asti Astanti tinggalin kali ya..

    Frany Fatmaningrum said:
    2 Februari 2017 pukul 2:38 PM

    Kalo di Jakarta yang saya familiar, banjir kanal timur (BKT). Bedanya gak ada yang mancing, namun dilengkapi jogging/bike track yang cukup panjang rutenya.

      mysukmana responded:
      2 Februari 2017 pukul 2:49 PM

      nah sungai-sungai kudu dibuat seperti ini biar hit ya bu..jadi tempat wisata pinggir kali

        Frany Fatmaningrum said:
        2 Februari 2017 pukul 3:07 PM

        Betul, biar orang pada gak ke mall melulu. Saya aja bosen ke mall.

    info gunung said:
    2 Februari 2017 pukul 12:19 PM

    Menarik, bisa dicontoh sama kota-kota lain nih, hehe

      mysukmana responded:
      2 Februari 2017 pukul 1:37 PM

      herus di contoh dong kakak 🙂

    Iwan Tantomi said:
    2 Februari 2017 pukul 8:53 AM

    Beruntung sekali, pas saya ke sana siang hujan deras mas, eh, pas malam malah sepi, malah ada kayak segerombolan orang macam preman gitu 😂

      mysukmana responded:
      2 Februari 2017 pukul 8:55 AM

      serem dong, mungkin mereka mabok dipinggir kali mas 😀

        Iwan Tantomi said:
        2 Februari 2017 pukul 9:04 AM

        Bisa jadi, tapi nggak mau berandai² juga, nggak pernah pula kutulis panjang lebar atau kusebar di sosmed apalagi blog, baru di sini ini, haha. Karena kupikir akunya yg belum beruntung, dan yakin sebenarnya wisata di sana betulan layak dan keren. Biar nggak matiin wisata daerah gitu tujuannya. Toh aku juga bukan orang Semarang, nggak berhak pula ngomong gitu. Lha, malah curhat, 😂

          mysukmana responded:
          2 Februari 2017 pukul 9:06 AM

          hahaha…jangan berandai2 yang gak gak ah..tapi itu jg patut di waspadai, aku yo dudu wong semarang mas..

    Liza Fathia said:
    2 Februari 2017 pukul 8:40 AM

    Keren banget ide pemerintahnya ya mas. Di aceh bannyak kali tuh yang mancing dari pagi sampai sore. Apalagi siang2

      mysukmana responded:
      2 Februari 2017 pukul 8:46 AM

      kalau di aceh biasanya mancingnya juga di kali kali gitu atau sungai ya..atau dimana mbak Liza

        Liza Fathia said:
        2 Februari 2017 pukul 8:46 AM

        Ada yg disungai, kali swperti itu ada juga. Di laut juga. Dekat2 semua soalnya

    Novita Rosyida Hilmi said:
    2 Februari 2017 pukul 8:13 AM

    wkwkwkkw, mancing2 disiang bolong di sungai pulaaaa. hadehhhh. aku pernah lewat sini, tapi pas habis maghrib gitu, bagus deh jadinya.. heheh

      mysukmana responded:
      2 Februari 2017 pukul 8:15 AM

      kalau habis maghrib banyak lampunya ya mbak 🙂

    ghozaliq said:
    2 Februari 2017 pukul 6:15 AM

    Saya kalau akhir pekan sering ke situ mas, jalan-jalan pagi bareng istri. Istri saya jalan sendiri, saya nyari buah kersen yang ada di sepanjang bantaran sungai…
    Kalau pagi suasananya enak mas…. 😀

      mysukmana responded:
      2 Februari 2017 pukul 6:18 AM

      oya mas..wah asik dong, rumahnya deket situ tho mas? saya gak nemu buah kersen waktu disana hehe

        ghozaliq said:
        2 Februari 2017 pukul 6:20 AM

        Deket mas, paling 15-20 menit,
        Di sebelah utara jembatan mas, sepanjang bantaran isinya buah kersen, ahahha
        kalau yang njenengan datangi itu biasa buat senam kalau akhir pekan pas pagi.

    shiq4 said:
    2 Februari 2017 pukul 5:26 AM

    Itu mancing bisa dapat ikan apa nggak mas wkwk…. Kayaknya sulit deh mancing di sungai biar dapat ikan. Sungainya udah tercemar dan gak ada ikannya.

      mysukmana responded:
      2 Februari 2017 pukul 5:55 AM

      sekarang sungainya bersih kok mas, nyatanya banyak yg mancing disitu..

Yang Komentar Saya Doakan Banyak Rizkynya :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s